DetikNews
Rabu 19 April 2017, 12:50 WIB

Kapal Induk AS Ternyata Masih Jauh dari Semenanjung Korea

Novi Christiastuti - detikNews
Kapal Induk AS Ternyata Masih Jauh dari Semenanjung Korea USS Carl Vinson (U.S. Navy Photo by Mass Communication Specialist 3rd Class Tom Tonthat/Handout via Reuters)
Washington DC - Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Carl Vinson, ternyata masih jauh dari Semenanjung Korea. Kapal induk bertenaga nuklir itu dilaporkan masih berada di dekat Laut Jawa, atau sekitar 5.600 kilometer dari tujuannya.

Seperti dilansir CNN, Rabu (19/4/2017), pejabat senior pemerintahan AS menyalahkan miskomunikasi antara Pentagon atau Departemen Pertahanan AS dengan Gedung Putih soal pergerakan USS Carl Vinson yang salah perkiraan itu.

Kapal induk itu dikirimkan ke dekat Laut Timur, yang dekat dengan wilayah Korea Utara, untuk memamerkan kekuatan militer pada Korut. Pejabat senior AS ini menyalahkan kurangnya tindak lanjut dari komandan militer yang mengawasi pergerakan USS Carl Vinson.

Baca juga: Dikirim ke Semenanjung Korea, Kapal Induk AS Bertenaga Nuklir

Pada 8 April lalu, Komando Pasifik AS yang mengawasi operasi militer di kawasan Pasifik, merilis pernyataan bahwa USS Carl Vinson dan pasukan serbunya akan meninggalkan perairan Singapura dan berlayar ke perairan Pasifik Barat. Seorang pejabat militer AS bahkan menuturkan kepada CNN bahwa langkah itu bertujuan untuk 'memamerkan kekuatan' AS dalam menanggapi provokasi Korut.

Menindaklanjuti pengumuman itu, Presiden AS Donald Trump dan sejumlah ajudan seniornya menyoroti pengerahan kapal induk itu sebagai bagian dari respons AS terhadap uji coba rudal Korut. "Kita mengirimkan sebuah armada. Sangat kuat. Kita memiliki kapal selam, sangat kuat, jauh lebih kuat dari kapal induk, itu yang bisa saya katakan," ucap Trump dalam wawancara dengan Fox Business Network belum lama ini.

Menanggapi langkah AS itu, Korut melalui kantor berita resminya Korean Central News Agency (KCNA) memberikan reaksi keras. KCNA menyebut pengerahan kapal induk seberat 97 ribu ton yang mampu menampung 60 pesawat tempur itu, sebagai 'langkah agresi yang ceroboh untuk memperburuk ketegangan' di Semenanjung Korea.

Baca juga: Korea Utara 'Akan Lakukan Uji Coba Rudal Setiap Minggu'

Namun sesaat setelah pernyataan Komando Pasifik AS itu, beberapa pejabat militer AS mengklarifikasi kepada CNN bahwa pasukan serbu USS Carl Vinson akan menyelesaikan jadwal latihan militer dengan Angkatan Laut Australia terlebih dahulu, baru bergerak ke Pasifik Barat.

Kebingungan semakin menjadi saat Menteri Pertahanan AS James Mattis menuturkan kepada wartawan, pekan lalu, bahwa latihan militer dengan Australia telah dibatalkan. Sejumlah pejabat pertahanan AS menuturkan kepada CNN bahwa Mattis secara tidak disadari telah salah berbicara. Agenda yang dibatalkan hanya kunjungan USS Carl Vinson ke pelabuhan Australia.

Dalam pernyataan terpisah, seorang pejabat pertahanan AS menuturkan kepada AFP pada Selasa (18/4) bahwa USS Carl Vinson masih berada di pantai barat laut Australia. Seorang fotografer Angkatan Laut AS menunjukkan foto kapal induk itu yang masih berada di dekat perairan Laut Jawa pada akhir pekan lalu.

"Kapal akan mulai bergerak ke utara menuju Laut Jepang (atau Laut Timur) dalam waktu 24 jam ke depan," ujar pejabat yang enggan disebut namanya. Diperkirakan kapal induk AS itu paling cepat tiba di Pasifik Barat pada pekan depan.

Baca juga: Ini Pesan Singkat Trump untuk Kim Jong-Un


(nvc/ita)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed