Dilaporkan surat kabar ternama Jerman, Die Welt, seperti dilansir Reuters, Kamis (6/4/2017), kantor jaksa federal Jerman (GBA) menyatakan pihaknya sejak bulan lalu melakukan penyelidikan atas dugaan spionase oleh Turki di wilayah Jerman.
Berbagai media Jerman menyebut, entitas yang sedang diselidiki itu adalah Badan Intelijen Turki (MIT). MIT dicurigai memata-matai warga Turki di Jerman, terutama yang mendukung ulama ternama Fethullah Gulen yang menetap di Amerika Serikat (AS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Turki berulang kali menuding Gulen mendalangi percobaan kudeta yang gagal pada Juli 2016. Gulen sendiri telah berulang kali membantahnya.
"Pada saat ini, kami sedang menyelidiki total 20 tersangka terkait kecurigaan melakukan aktivitas agen dinas rahasia untuk pemerintah Turki," demikian pernyataan pemerintah Jerman kepada seorang anggota parlemen seperti dikutip Die Welt.
Die Welt menyebut, informasi ini didapat dari jawaban resmi pemerintahan Jerman terhadap pertanyaan yang diajukan anggota parlemen bernama Sevim Dagdelen dari partai Die Linke.
Baca juga: Turki Tuding Jerman Dukung Jaringan Fethullah Gulen
Pada Februari lalu, kepolisian Jerman menggerebek sejumlah apartemen yang ditinggali empat imam asal Turki. Keempat imam itu dicurigai memata-matai para pengikut Gulen di Jerman, untuk pemerintah Turki.
Hubungan antar Jerman dan Turki yang sama-sama negara anggota NATO, dilanda ketegangan menjelang referendum 16 April di Turki untuk memperluas kekuasaan Presiden Recep Tayyip Erdogan. Otoritas Jerman membuat marah Turki dengan membatalkan beberapa acara kampanye yang dihadiri para menteri Turki di Jerman. Insiden itu membuat Turki berulang kali menuding Jerman menjalankan taktik ala Nazi.
(nvc/ita)











































