Sekutu Angela Merkel Sebut Erdogan Tak Diterima di Jerman

Sekutu Angela Merkel Sebut Erdogan Tak Diterima di Jerman

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 21 Mar 2017 19:07 WIB
Sekutu Angela Merkel Sebut Erdogan Tak Diterima di Jerman
Recep Tayyip Erdogan (REUTERS/Umit Bektas)
Berlin - Seorang politikus senior Jerman menyebut Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah melewati batas dengan menyamakan pemerintah Jerman dengan Nazi. Politikus yang juga sekutu Kanselir Jerman Angela Merkel ini menyatakan Erdogan tidak akan diterima di Jerman.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (21/3/2017), komentar keras itu dilontarkan Volker Bouffier yang menjabat Wakil Ketua Partai Serikat Demokratik Kristen (CDU), partai yang menaungi Merkel. Bouffier menanggapi pernyataan Erdogan yang berulang kali menuding Jerman dan beberapa negara Eropa lainnya menggunakan taktik Nazi dengan melarang kampanye politik Turki di wilayah mereka.

"Cukup sudah. Erdogan dan pemerintahannya tidak akan disambut di negara kita, dan itu harus dipahami sekarang," ucap Bouffier yang juga menjabat premier wilayah Hesse, yang menjadi lokasi ibu kota finansial Frankfurt, kepada radio DLF.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Dituding Dukung Teroris, Kanselir Jerman Sebut Erdogan 'Absurd'

Media-media lokal Jerman telah melaporkan rencana Erdogan untuk mengunjungi Jerman pada bulan ini, untuk menghadiri kampanye politik terhadap warga-warga Turki yang tinggal di negara itu. Kampanye politik itu dimaksudkan untuk meraup dukungan dalam referendum 16 April mendatang, untuk memperkuat kekuasaan Presiden Turki.

Bouffier menyebut, kunjungan Erdogan ke Jerman itu bisa memicu persoalan keamanan. "Seseorang yang menghina kita dengan cara ini, tidak bisa mengharapkan kita mengerahkan ribuan polisi untuk melindunginya," ucapnya.

Pemerintah Jerman menyatakan, sejauh ini pihaknya belum menerima permintaan maupun pemberitahuan resmi soal kunjungan Erdogan dari otoritas Turki. Pada Senin (20/3) waktu setempat, Merkel sekali lagi menyerukan kepada Turki untuk menghentikan penyamaan dengan Nazi. Merkel juga menyatakan Jerman memiliki hak untuk menolak kedatangan pejabat Turki, jika mereka tidak mematuhi aturan hukum yang berlaku.

Baca juga: Presiden Turki Erdogan Tuding Jerman Membantu Teror

Erdogan malah kembali mengulang tudingannya soal Jerman dan negara-negara Eropa lainnya pada Selasa (21/3) waktu setempat. Dia menyebut sikap Eropa yang fasis dan kejam menyerupai era sebelum Perang Dunia II. Dia juga kembali menyamakan Jerman dengan Nazi.

"Merkel, sekarang Anda memberlakukan metode Nazi. Terhadap saudara-saudara saya yang tinggal di Jerman, dan terhadap menteri-menteri saya dan para anggota parlemen yang berkunjung ke sana," ucap Erdogan di Istanbul pada Minggu (19/3) waktu setempat.

Anggota Partai CDU lainnya, Reiner Haseloff, yang juga premier wilayah Saxony-Anhalt, mendorong pemerintah melarang kunjungan Erdogan. "Setiap negarawan yang ingin membahas sesuatu dengan kita akan disambut sebagai tamu, dan akan disambut dengan protokol diplomatik yang pantas, tapi itu tidak termasuk kampanye, dan khususnya tidak untuk orang-orang yang mencemarkan kita sebagai negara," ucapnya kepada surat kabar Jerman, Die Welt.

"Mereka yang menyamakan kita dengan Nazi tidak akan diterima. Itu tidak bisa diterima," imbuhnya.

(nvc/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads