"Hati saya tertuju untuk para korban dan keluarga mereka di London. Tidak ada aksi teror yang bisa mengguncang kekuatan dan ketangguhan sekutu Inggris kita," tulis Obama dalam komentarnya via Twitter, seperti dilansir AFP, Jumat (24/3/2017).
Baca juga: Pasangan AS Rayakan Ultah Pernikahan ke-25 Saat Teror di London
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sangat sedih mengetahui hilangnya nyawa dan luka-luka yang disebabkan serangan di pusat London," demikian bunyi pernyataan itu merujuk pada Paus Fransiksus.
"Sri Paus Fransiskus menyampaikan doa solidaritas untuk seluruh korban yang terdampak tragedi ini," imbuh pernyataan itu.
Baca juga: Pelaku Teror London Pernah 4 Tahun Bekerja di Arab Saudi
Pelaku teror London diidentifikasi sebagai warga negara Inggris bernama Khalid Masood (52). Pelaksana Tugas Deputi Komisioner Kepolisian Metropolitan London, Mark Rowley, pada Jumat (24/3), menyatakan Masood yang lahir dan besar di Inggris ini memiliki nama lahir Adrian Elms. Kemudian dia mengubah namanya menjadi Adrian Russell Ajao, mengikuti nama ayah tirinya.
Masood pernah terjerat serangkaian tindak pidana sebelum melakukan serangan teror, pekan ini. Kepolisian menyebut, Masood memiliki banyak nama alias selama terjerat tindak pidana dalam kurun waktu 20 tahun (1983-2003). Selain menggunakan nama Khalid Masood, dia juga memiliki nama alias lain seperti Khalid Choudry dan juga Adrian Ajao.
Pada Rabu (22/3) sore waktu setempat, Masood menabrakkan mobilnya ke arah pejalan kaki di Jembatan Westminster hingga menewaskan tiga orang. Dia kemudian menabrakkan mobilnya ke pagar gedung parlemen dan keluar dengan membawa pisau, sebelum menikam seorang polisi hingga tewas. Masood akhirnya ditembak mati oleh polisi lain usai serangan itu.
Baca juga: Pelaku Teror London Pernah Menikam 2 Pria, Keluar Masuk Penjara
Total empat orang, termasuk sang polisi dan seorang warga AS bernama Kurt Cochran, tewas dalam aksi teror ini. Sedangkan 40 orang lainnya mengalami luka-luka, dengan 29 orang masih dirawat di rumah sakit. Tujuh korban luka di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
(nvc/fjp)











































