Seperti dilansir AFP, Jumat (24/3/2017), sekelompok polisi bersenjata menggerebek sebuah apartemen di Hagley Road, Birmingham. Lokasi itu merupakan salah satu dari tiga lokasi di Birmingham yang digerebek setelah serangan teror terjadi pada Rabu (22/3) sore waktu setempat.
"Saya terkejut. Itu lingkungan tempat tinggal saya. Ini menakutkan," ucap Muhammed Ali, seorang pekerja retail berusia 20 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apartemen yang digerebek itu diyakini pernah ditinggali pelaku serangan teror, Khalid Masood (52), yang dipastikan warga negara Inggris. Sedangkan Hagley Road yang ada di kawasan Edgbaston itu, tergolong jarang mendapati keberadaan polisi bersenjata di jalanan.
"Ini tergolong area yang sangat tenang. Ada banyak mahasiswa di sini, jadi sangat mengejutkan hal seperti ini (penggerebekan) terjadi di sini. Saya tidak merasa aman sama sekali. Sedikit paranoid," terang Lucas Camoes (23), warga setempat yang berprofesi sebagai pekerja gudang.
Rasa takut dan khawatir juga dirasakan oleh Dean Kibble (19) yang sejak lahir tinggal di Birmingham. Kibble tinggal di kompleks apartemen yang sama dengan apartemen yang digerebek polisi. "Saya tinggal di Birmingham selama 19 tahun dan Anda tidak pernah berpikir hal semacam ini akan terjadi di kota Anda, sebelah rumah Anda. Anda tidak tahu siapa yang tinggal di sebelah Anda akhir-akhir ini -- Anda bisa saja tinggal di sebelah siapa saja," ucapnya.
Baca juga: Kata Tetangga Soal Pelaku Teror London: Baik dan Murah Senyum
Selain pernah tinggal di apartemen di Edgbaston, pelaku juga dilaporkan pernah tinggal di sebuah rumah tiga lantai di pinggiran Winson Green, sebelah barat laut kota Birmingham. Rumah itu ikut digerebek kepolisian bersenjata Inggris pada Kamis (23/3) dini hari.
Pelaku dilaporkan tinggal di rumah itu selama tujuh bulan hingga Desember 2016. Tetangga menyebut Masood dan keluarganya pindah rumah secara tiba-tiba dan tidak berpamitan. Namun mereka menyebut sosok Masood sebagai 'pria yang baik' yang tinggal dengan istri dan anaknya.
Satu lagi rumah di Birmingham juga digerebek polisi, namun rincian soal rumah ketiga yang digerebek itu tidak diketahui pasti. Selain Birmingham, penggerebekan juga digelar di ibu kota London dan beberapa wilayah lainnya.
Baca juga: Pelaku Teror London Dikenal Sebagai Mualaf yang Sangat Religius
Dari penggerebekan itu, kepolisian Inggris menangkap 8 orang yang dicurigai merencanakan aksi terorisme. Tujuh orang di antaranya ditangkap dalam penggerebekan di Brimingham, sedangkan satu orang lainnya ditangkap di London.
(nvc/ita)











































