Pengemudi Truk Maut di Berlin Berstatus Pengungsi, Ini Kata Kanselir Jerman

Pengemudi Truk Maut di Berlin Berstatus Pengungsi, Ini Kata Kanselir Jerman

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 20 Des 2016 18:32 WIB
Pengemudi Truk Maut di Berlin Berstatus Pengungsi, Ini Kata Kanselir Jerman
Angela Merkel (REUTERS/Stefanie Loos)
Berlin - Kanselir Jerman Angela Merkel menduga kuat insiden truk maut yang menewaskan 12 orang di Berlin sebagai serangan teroris. Merkel juga mengakui kemungkinan pengemudi truk itu seorang pencari suaka.

Sumber keamanan Jerman menyebut pengemudi truk maut itu merupakan imigran asal Pakistan yang berusia 23 tahun. Pengemudi truk itu juga dilaporkan pernah terlibat tindak kejahatan ringan sebelumnya. Namun dia tidak pernah terjerat kasus terorisme, sehingga tidak masuk radar intelijen.

Surat kabar ternama Jerman, Bild, yang mengutip sejumlah sumber yang memahami penyelidikan ini menyebut pengemudi truk itu bernama Naved B. Bild menyebut Naved tiba di Jerman sekitar setahun lalu. Namun otoritas Jerman belum secara resmi menjelaskan identitas dan asal kewarganegaraan pelaku.

"Masih ada banyak hal yang belum kita ketahui dengan kepastian yang cukup, tapi kita harus, seperti posisi kita sekarang, mengasumsikan insiden itu sebagai serangan teroris," tegas Merkel kepada wartawan setempat, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/12/2016).

Baca juga: Truk Maut di Berlin Tewaskan 12 Orang, Pengemudinya Pengungsi Pakistan

"Saya tahu akan sulit untuk kita terima jika dikonfirmasikan bahwa pelaku yang melakukan aksi ini merupakan seseorang yang mencari perlindungan dan suaka," imbuhnya, merujuk pada dugaan pengemudi truk merupakan pengungsi yang tiba di Jerman untuk mencari suaka.

Berbagai sumber yang memahami insiden ini menyebut, pengemudi truk yang kini dalam penahanan otoritas Jerman itu pernah tinggal di kamp penampungan pengungsi di bandara Tempelhof.

Sedangkan surat kabar Jerman, Die Welt, yang mengutip sumber kepolisian menyebut pengemudi truk itu memiliki izin tinggal sementara sejak Juni 2016.

Jika keterkaitan dengan imigran itu terkonfirmasi, maka sentimen negatif terhadap para pencari suaka di Jerman akan semakin meningkat. Tahun lalu, Merkel membuka pintu lebar-lebar bagi lebih dari 1 juta imigran dan pengungsi dari wilayah konflik di Timur Tengah, Afrika dan sebagainya.

Baca juga: Cerita Saksi Mata Soal Truk Maut yang Tewaskan 12 Orang di Berlin

Aliran imigran itu menurunkan popularitas Merkel dan menaikkan dukungan bagi partai Alternative for Germany (AfD) yang antiimigran. Anggota senior AfD, Marcus Pretzell, menyalahkan Merkel atas insiden truk maut itu.

(nvc/ita)


Berita Terkait