"Semuanya terjadi sangat cepat, tidak ada hal yang bisa kami lakukan untuk menghentikannya," tutur seorang turis dari Inggris, Mike Fox, yang sedang menikmati segelas wine bersama kekasihnya di dekat lokasi kejadian, seperti dilansir Reuters, Selasa (20/12/2016).
Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch |
"Insiden itu terlihat seperti disengaja," imbuh Fox, merujuk pada insiden yang terjadi pada Senin (19/12) malam sekitar pukul 20.00 waktu setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Truk Tabrak Pasar Natal di Berlin, Total Korban Tewas Mencapai 12 Orang
Kepolisian setempat menyebut terjangan truk itu menewaskan 12 orang dan melukai 48 orang lainnya. Insiden itu terjadi di sebuah pasar ornamen Natal yang ada di dekat Gedaechtniskirche, gereja bersejarah yang dibangun antara tahun 1891-1895 dan tinggal puing setelah hancur akibat pengeboman era Perang Dunia II. Puing gereja itu dijadikan monumen perdamaian dan rekonsiliasi.
"Saya berbicara dengan dua orang yang tergeletak di lantai dengan anggota tubuhnya terkoyak, tapi mereka akan baik-baik saja," ucap Fox yang lolos dari terjangan truk itu. Dia mengaku dirinya hanya berjarak 3 meter dari truk saat insiden terjadi.
Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch |
"Saya melihat satu orang diseret dengan darah menutupi wajahnya. Saya membantu beberapa orang mengangkat salah satu kios yang roboh agar mereka bisa menarik dua orang yang terjebak di bawahnya," terangnya.
Baca juga: Polisi Berlin Duga Truk Dibajak Sebelum Menerjang Warga di Pasar Natal
Seorang turis lainnya yang sedang berkunjung ke Berlin, Emma Rushton juga berhasil lolos dari insiden ini. "Truk itu berjarak sekitar 8-10 kaki (2,5-3 meter) di depan kami dan jika kami pergi sekitar 2 menit sebelumnya, kami pasti sudah ada di jalur (terjangan) truk itu," tuturnya kepada media Inggris, BBC.
"Truk itu bergerak dengan kecepatan 65 kilometer per jam. Tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Itu bukan kecelakaan. Rasanya tidak seperti kecelakaan," imbuh Rushton.
Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch |
Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Mairiere, menyatakan motif di balik insiden ini masih belum jelas. "Saya tidak ingin menggunakan kata 'serangan' meskipun ada banyak poin mengarah ke sana," tegasnya.
(nvc/ita)












































Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch
Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch
Foto: REUTERS/Fabrizio Bensch