Pantauan detikcom di 23rd sampai 26th street, Manhattan, New York, Minggu (18/9/2016) pagi, mobil polisi dengan tulisan NYPD besar masih mondar mandir. Ada yang masuk dengan senyap, ada pula yang diikuti raungan bunyi sirine.
Baca Juga: Gubernur New York Pastikan Ledakan di Manhattan Akibat Bom
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Fajar Pratama/detikcom |
Mobil unit pemadam kebakaran juga terlihat sekali keluar dan masuk dari lokasi. Tak begitu jelas apa yang mereka lakukan mengingat akses ke lokasi utama masih ditutup dalam radius satu blok.
"Teman-teman kami di sana masih menyelidikinya, tenang saja," kata petugas NYPD B. Richard kepada detikcom di 23rd street.
Di 23rd steet ada tiga sampai polisi yang berjaga untuk menutup lokasi. Mereka secara persuasif melarang warga yang hendak masuk ke dalam.
Foto: Fajar Pratama/detikcom |
Namun bagi mereka yang tinggal di radius satu blok lokasi dan dapat membuktikan bukti terkait itu, mereka diperbolehkan melintas masuk. Akan tetap mereka sebelumnya harus meyakinkan petugas terlebih dahulu.
Baca Juga: Suasana Kondusif, Perimeter Pemblokiran Jalan di New York Dipersempit
Di sisi yang lain, yakni di 6th avenue yang bersilangan dengan 24th street, petugas NYPD masih menutup jalan dengan membentangkan partisi. Mobil NYPD juga diparkir dengan posisi menutup jalan.
"Ayo jangan berdiam di sini. Sambil jalan, jangan berdiri di tempat. Jalan, jalan," kata seorang petugas meminta warga tidak mendekat.
Foto: Fajar Pratama/detikcom |
Tak jauh dari persilangan tersebut, tampak ada sekitar 50-an petugas NYPD tengah melakukan apel. Sempat berkumpul untuk brieffing sekitar 10 menit, mereka kemudian bubar dan kembali menyebar ke pos masing-masing.
Dilaporkan sebanyak 29 orang menjadi korban luka akibat ledakan yang terjadi di 23rd Street di antara 6th Avenue dan 7th Avenue. Ledakan terjadi pada pukul 20.30 waktu New York.
Foto: Fajar Pratama/detikcom |












































Foto: Fajar Pratama/detikcom
Foto: Fajar Pratama/detikcom
Foto: Fajar Pratama/detikcom
Foto: Fajar Pratama/detikcom