Dilaporkan otoritas rumah sakit setempat, seperti dilansir AFP, Jumat (15/7/2016), dua anak-anak meninggal dunia saat menjalani operasi di rumah sakit anak dekat lokasi kejadian. Teror truk ini melanda area tepi pantai Promenade des Anglais, Nice, pada Kamis (14/7) malam.
Pejabat rumah sakit menyebut beberapa anak lainnya dalam kondisi kritis. "Meregang nyawa antara hidup dan kematian," tutur pejabat rumah sakit itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambahkan pejabat rumah sakit yang tidak disebut namanya itu bahwa sekitar 50 anak-anak menjadi korban luka dan masih menjalani perawatan medis.
Banyak keluarga yang membawa serta anak-anak mereka ke lokasi tepi pantai itu untuk menyaksikan pertunjukan kembang api dalam rangka peringatan Bastille Day atau hari kemerdekaan Prancis 14 Juli yang menjadi hari libur nasional.
Pelaku yang mendalangi teror itu mengemudikan truk seberat 19 ton itu secara zig-zag sejauh 2 kilometer sambil menerjang orang-orang yang berkumpul di Promenade des Anglais. Saat berhasil dihentikan polisi, pelaku mengeluarkan pistol dan melepas beberapa tembakan dengan pistol kaliber 7.65, sebelum akhirnya dia tewas ditembak polisi. Truk yang digunakan pelaku merupakan truk pendingin yang disewa sejak dua hari lalu.
Baca juga: Truk Putih Pembunuh Massal di Nice Disewa Pelaku Sejak 2 Hari Lalu
Otoritas Prancis belum merilis secara resmi identitas pelaku. Namun media lokal Prancis menyebut pelaku bernama Mohamed Lahouaiej Bouhlel (31).
Bouhlel disebut sebagai warga negara Prancis-Tunisia yang tinggal di Nice dan berprofesi sebagai sopir delivery. Identitas pelaku sesuai dengan dokumen identitas ditemukan polisi di dalam truk tersebut. Apartemen yang menjadi tempat tinggal Bouhlel di distrik Nice Utara, dilaporkan telah digeledah polisi.
(nvc/nrl)











































