Disampaikan sumber kepolisian setempat, truk putih yang digunakan pelaku disewa dari wilayah sekitar Nice sekitar beberapa hari lalu. Dengan truk itu, pelaku menerobos barikade polisi dan terus melaju sejauh 2 kilometer sambil menerjang kerumunan orang.
"Truk itu disewa sejak beberapa hari lalu di Provence-Alpes-Cote d'Azur," sebut sumber kepolisian setempat kepada AFP, Jumat (15/7/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Informasi senada juga dilaporkan media lokal, thelocal.fr dan media Inggris, The Guardian. Mengutip sumber kepolisian setempat, The Guardian menyebut, truk pendingin warna putih itu disewa sejak 2 hari lalu dari kota Saint-Laurent-du-Var, yang masuk Provence-Alpes-Cote d'Azur.
Tak jauh berbeda, thelocal.fr melaporkan, pengemudi truk yang dipastikan warga Prancis-Tunisia itu, menyewa truk besar tersebut dari kota Saint-Laurent-du-Var, yang dekat dengan Nice. Dari sana, sebut thelocal.fr, pelaku mengemudikan truk itu menuju ke Nice.
Di dalam truk itu, polisi menemukan sebuah pistol, senjata yang lebih besar dan sejumlah senjata palsu serta granat. Informasi dari sumber lain menyebut granat itu dalam keadaan tidak aktif. Hingga kini, truk itu masih ada di lokasi kejadian untuk diperiksa otoritas terkait. Kaca bagian depan truk itu dipenuhi lubang bekas peluru.
Baca juga: Pengemudi Truk di Nice Pernah Terlibat Pencurian dan Kekerasan
Pertanyaan muncul soal bagaimana pelaku bisa mendapat akses ke lokasi perayaan Bastille Day yang dijaga ketat dan diblokir kepolisian setempat. Beberapa laporan menyebut, seperti dilansir media lokal, thelocal.fr, pelaku berdalih kepada polisi bahwa dirinya mengantarkan es krim ke lokasi perayaan. Namun informasi itu belum bisa dipastikan kebenarannya.
Hingga kini, otoritas Prancis belum merilis identitas pengemudi truk yang disebut tinggal di Nice itu. Hanya disebut bahwa penyidik kepolisian setempat tengah menggeledah rumah pelaku yang ada di wilayah Abattoirs, Nice.
(nvc/nrl)











































