Salah satu kolom yang dirilis situs propaganda Korut, DPRK Today, yang merupakan salah satu corong rezim komunis Korut, menyebut Trump sebagai pilihan yang tepat bagi warga AS dalam pemilihan presiden 8 November mendatang. Demikian seperti dilansir Reuters, Rabu (1/6/2016).
Baca juga: Korut Kembali Luncurkan Rudal Balistik Tapi Gagal
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korut yang menyebut diri sebagai Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK), dijatuhi sanksi PBB karena aktivitas uji coba nuklir beberapa waktu lalu. Korea Selatan (Korsel) dan AS menyebut seruan Korut untuk berdialog tidak berarti, hingga Korut mengambil langkah konkret untuk mengakhiri ambisi nuklirnya.
Baca juga: Korut Tolak Tawaran Donald Trump untuk Bicara Langsung dengan Kim Jong Un
Beberapa waktu lalu, Trump mengutarakan kepada Reuters, dirinya siap untuk berbicara langsung dengan pemimpin Korut, Kim Jong Un, demi menghentikan program nuklir Korut. Trump pun menyebut China, satu-satunya sekutunya Korut, juga harus ikut menyelesaikan persoalan ini.
DPRK Today juga menyebut seruan Trump bahwa AS harus menarik tentaranya dari Korea Selatan (Korsel), merupakan salah satu cara untuk mencapai unifikasi Korea.
"Terungkap bahwa Trump bukanlah kandidat bodoh, sinting, yang sering berbicara kasar seperti yang mereka katakan, tapi sebenarnya seorang politikus yang bijaksana dan kandidat presiden yang tahu tentang sesuatu sebelum terjadi," sebut kolom yang ditulis oleh akademisi Korea yang berbasis di China, Han Yong Muk.
Baca juga: Dalam Forum G7, Obama Sebut Korut sebagai Kekhawatiran Besar
DPRK Today merupakan salah satu dari sedikit situs berita yang dikelola oleh Korut, meskipun kontennya tidak selalu dipegang oleh rezim Korut. DPRK Today menyebut penyelesaian isu Semenanjung Korea melalui perundingan dan bukan perang, menjadi opsi terbaik untuk AS.
"AS hidup dalam ketakutan akan serangan nuklir (Korut) setiap menit dan detik," sebut DPRK Today.
(nvc/ita)











































