Donald Trump Sebut Insiden Tiananmen sebagai Kerusuhan

Donald Trump Sebut Insiden Tiananmen sebagai Kerusuhan

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 11 Mar 2016 18:21 WIB
Donald Trump Sebut Insiden Tiananmen sebagai Kerusuhan
Donald Trump (REUTERS/Carlos Barria)
Miami - Kandidat terdepan Partai Republik dalam pencapresan Amerika Serikat, Donald Trump, menyebut unjuk rasa prodemokrasi di Alun-alun Tiananmen, Beijing tahun 1989 silam, sebagai kerusuhan. Trump sendiri mengaku tidak mendukung kekerasan pemerintah China dalam menangani unjuk rasa itu.

Seperti dilansir AFP, Jumat (11/3/2016), pernyataan itu disampaikan Trump dalam debat Partai Republik yang digelar pada Kamis (10/3) malam dengan moderator wartawan CNN, Jake Trapper. Saat itu, Trapper meminta Trump menanggapi kritikan terhadap komentarnya soal insiden Tiananmen, kepada majalah Playboy tahun 1990 lalu.

"Soal pembantaian demonstran pro-demokrasi di Alun-alun Tiananmen, China, Anda mengatakan: 'Ketika mahasiswa memenuhi Alun-alun Tiananmen, pemerintah China nyaris meledakkan mereka, saat itu mereka keji, mereka mengerikan, tapi mereka menanganinya dengan kekuatan. Itu menunjukkan pengaruh kekuatan.' Bagaimana Anda menanggapinya?" tanya Trapper.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Sebut Muslim Benci AS, Donald Trump Diserang Rival Dalam Debat

Trump menyatakan, komentar itu bukan berarti dirinya mendukung kekerasan yang terjadi pada demonstran. "Saya tidak mendukungnya. Saya katakan, itu adalah pemerintahan yang kuat, berpengaruh yang menangani dengan kekuatan," ucapnya.

"Dan mereka menangani kerusuhan itu. Itu hal yang mengerikan. Bukan berarti saya mendukung sepenuhnya," imbuh Trump, merujuk pada insiden Tiananmen.

Ratusan orang, beberapa pihak memperkirakan ribuan orang, tewas setelah pemerintah China mengerahkan tank dan kekuatan militer pada Juni 1989, untuk menghadapi unjuk rasa di Alun-alun Tiananmen, Beijing. Unjuk rasa yang dipimpin mahasiswa setempat itu dilakukan dengan damai dan dalam keadaan duduk, demi menyerukan reformasi demokrasi.

Baca juga: Muslim AS Serukan Donald Trump Minta Maaf Atas Komentarnya Soal Islam

Pemerintah China menganggap insiden itu sebagai kerusuhan dan melarang warga membahas maupun memperingatinya. Sedangkan dunia internasional banyak mengecam China atas insiden Tiananmen yang disebut banyak pihak sebagai pembantaian massal itu.

Dalam debat yang sama, kandidat Republik lainnya, Gubernur Ohio John Kasich menggunakan istilah sadis untuk membahas apa yang terjadi di Alun-Alun Tiananmen saat itu. "Saya pikir pemerintah China menjagal anak-anak itu," ucapnya dalam panggung debat.

Baca juga: Obama Disalahkan Partai Republik Atas Meroketnya Donald Trump

(nvc/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads