Atau dengan kata lain Trump masih akan kalah jika menghadapi Hillary atau Sanders dalam pemilihan presiden pada 8 November mendatang. Demikian menurut hasil polling nasional terbaru CNN/ORC Poll yang digelar pada 24-27 Februari lalu.
Hillary Clinton (REUTERS/Adrees Latif) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Donald Trump dan Hillary Clinton Menang Besar di Super Tuesday
Dalam berbagai skenario pilpres yang mungkin terjadi, seperti dilansir CNN, Rabu (2/3/2016), Hillary akan mengalahkan Trump dengan perolehan 52 persen melawan 44 persen di kalangan pemilih terdaftar.
Namun ketika mantan Menteri Luar Negeri AS ini dihadapkan dengan Cruz, Hillary hanya meraih 48 persen melawan Cruz yang memperoleh 49 persen dukungan. Sedangkan berhadapan dengan Rubio, Hillary tertinggal cukup jauh dengan 47 persen melawan Rubio dengan 50 persen.
Bernie Sanders (REUTERS/Shannon Stapleton) |
Kandidat Demokrat lainnya, Sanders justru sedikit lebih unggul dari Hillary. Polling CNN/ORC menyebut Sanders akan mengalahkan ketiga kandidat Republik dalam pilpres dengan selisih yang cukup besar. Menurut polling itu, Sanders akan menang 57 persen melawan Cruz dengan 40 persen, kemudian menang 55 persen melawan Trump dengan 43 persen, dan menang 53 persen melawan Rubio dengan 45 persen.
Baca juga: Unggul di Super Tuesday, Donald Trump: Saya Pemersatu
Polling ini dilakukan melalui telepon dengan mengambil sampel acak secara nasional, dari 1.001 warga dewasa AS. Polling ini memiliki margin of error kurang lebih 3 persen.
Polling ini dilakukan dengan meminta responden untuk memilih kandidat teratas, terlepas dari partai mereka, yang menurut mereka paling dipercaya untuk menangani tujuh isu besar. Isu-isu yang dimaksud antara lain layanan kesehatan, hubungan antar ras, kebijakan luar negeri, perekonomian, terorisme, imigrasi dan kebijakan senjata api.
Baca juga: Mengenal Super Tuesday, Momen Menentukan dalam Sistem Rumit Pemilu AS
(nvc/ita)











































Hillary Clinton (REUTERS/Adrees Latif)
Bernie Sanders (REUTERS/Shannon Stapleton)