ADVERTISEMENT

Turki Dukung Finlandia dan Swedia Gabung NATO

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 03:43 WIB
Mata uang Turki anjlok ke titik terendah, Presiden Erdogan tetap tak mau naikkan suku bunga karena bertentangan dengan keyakinannya sebagai Muslim
Foto: Presiden Turki, Edorgan (dok. BBC World)
Jakarta -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mendukung Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO. Keputusan tersebut diambil menyusul pembicaraan genting dengan para pemimpin kedua negara Nordik di Madrid.

Dilansir AFP, Rabu (29/6/2022), Erdogan sebelumnya dengan keras menolak untuk memberi lampu hijau Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO meskipun ada seruan dari sekutu NATO-nya untuk membuka jalan bagi mereka untuk masuk. Turki pada dasarnya harus menggunakan hak vetonya terhadap Finlandia dan Swedia yang akan bergabung dengan NATO. Sebab semua anggota harus setuju untuk menerima anggota baru.

Namun Selasa (28/6) malam waktu setempat, kantor Erdogan mengatakan telah setuju untuk mendukung keinginan mereka untuk bergabung, dengan mengatakan bahwa Ankara telah "mendapatkan apa yang diinginkannya".

"Turki telah membuat keuntungan yang signifikan dalam perang melawan organisasi teroris," kata kantor itu menjelang pertemuan puncak NATO di Madrid.

Kepresidenan Finlandia mengatakan Turki menandatangani sebuah memorandum dengan Finlandia dan Swedia yang mendukung undangan bagi negara-negara Nordik untuk menjadi anggota NATO. Sekutu NATO termasuk Inggris memuji perjanjian itu.

Erdogan Bertemu Biden

Diberitakan sebelumnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan akan bertemu dengan Presiden Amerika Serikat Joe Biden di sela-sela KTT NATO di Madrid, Spanyol yang digelar untuk membahas invasi Rusia ke Ukraina.

"Kami berbicara dengan Mr. Biden pagi ini dan dia menyatakan keinginannya untuk berkumpul malam ini atau besok. Kami mengatakan itu mungkin," kata Erdogan seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/6).

Kedua pemimpin memiliki hubungan yang dingin sejak kepemimpinan Biden karena kekhawatiran AS tentang hak asasi manusia di bawah pemerintahan Erdogan.

Para pengamat yakin pertemuan kedua pemimpin bisa memainkan peran penting dalam mencabut penolakan Erdogan terhadap upaya Finlandia dan Swedia untuk menjadi anggota NATO.

Simak juga 'Turki Tolak Ajakan Swedia Bergabung Dengan NATO, Singgung Terorisme':

[Gambas:Video 20detik]



(dek/dek)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT