ADVERTISEMENT

Kota di Ukraina Disebut Bagai Neraka Usai Digempur Rusia

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Mei 2022 07:54 WIB
Jaket Presiden Ukraina yang dilelang.
Foto: Twitter/@UkrEmbLondon

Rusia menyebut invasinya sebagai 'operasi militer khusus' untuk menyingkirkan fasis Ukraina. Namun Ukraina dan sekutu Baratnya menyebutnya sebagai dalih tak berdasar untuk perang yang tidak beralasan.

Pekan lalu, Rusia mengamankan kemenangan terbesarnya sejak invasi ke Rusia dimulai, dengan Kiev mengumumkan telah memerintahkan garnisun di pabrik baja di Mariupol untuk mundur setelah pengepungan berlarut-larut.

Pasukan Rusia, bagaimanapun, telah didorong mundur bulan ini dari pinggiran Kharkiv, kota terbesar di Ukraina. Pihak Ukraina bahkan menyatakan telah merebut kembali 23 permukiman dekat Kharkiv dalam dua pekan terakhir.

Di Mariupol, hasil akhir dari pertempuran paling berdarah di Eropa selama beberapa tahun terakhir masih belum jelas, dengan ketidakpastian atas nasib ratusan petempur Ukraina.

Pada Kamis (19/5), Moskow menyebut 1.730 petempur Ukraina telah menyerahkan diri, termasuk 771 petempur dalam 24 jam terakhir.

Para pejabat Ukraina, yang meminta pertukaran tahanan, menolak berkomentar dengan alasan bisa membahayakan upaya penyelamat mereka.


(dwia/maa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT