Mantan Jaksa Agung Yoon Seok Yeol Terpilih Jadi Presiden Korea Selatan

ADVERTISEMENT

Mantan Jaksa Agung Yoon Seok Yeol Terpilih Jadi Presiden Korea Selatan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Kamis, 10 Mar 2022 03:49 WIB
Jakarta -

Yoon Seok-yeol telah memenangkan pemilihan Presiden Korea Selatan. Mantan Jaksa Agung itu dinyatakan sebagai pemenang Kamis pagi waktu setempat.

"Ini adalah kemenangan besar rakyat Korea Selatan," kata Yoon disambut sorakan pendukung,seperti dilansir AFP, Kamis (10/3/2022).

Oposisi konservatif iu memperoleh suara pemilih 77,1 persen termasuk rekor pemungutan suara awal, dengan minat yang kuat dan pertaruhan kebijakan tinggi di negara berpenduduk sekitar 52 juta itu. Kemenangan ini dinilai dramatis bagi partai oposisi berpower, yang berantakan pada 2017 setelah presiden mereka Park Gung-hye dimakzulkan.

Seperti diketahui, Lee Jae-myung dari Partai Demokrat yang dipimpin Presiden Moon Jae-in berhadapan dengan Yoon Seok-yeol, dari oposisi utama Partai Kekuatan Rakyat, dalam apa yang oleh beberapa media sebut sebagai "pemilu tidak yang disukai" karena tingginya ketidaksetujuan terhadap para kandidat dan dugaan praktik kampanye kotor.

Sebuah survei oleh Realmeter yang dirilis pada hari Rabu (02/03) - hari terakhir untuk publikasi jajak pendapat di bawah aturan pemilihan - menunjukkan 46,3% responden menyukai Yoon dan 43,1% lebih memilih Lee.

Sementara penelitian Hankook pada hari Minggu (27/02) menempatkan mereka masing-masing sekitar 40%.

Survei menunjukkan para pemilih mencari presiden yang dapat membersihkan budaya politik dan korupsi yang terpolarisasi, mengatasi kesenjangan sosial yang semakin dalam, dan harga rumah yang tidak terkendali yang telah mengganggu ekonomi terbesar keempat di Asia itu.

Pemungutan suara putaran pertama selama dua hari akan dimulai pada hari Jumat (04/03).

"Prioritas utama bagi sebagian besar pemilih adalah masalah ekonomi dan harga perumahan, tetapi kesalahan sensitif secara politik yang terjadi tepat sebelum pemilihan dapat berdampak pada persaingan ketat seperti ini," kata Shin Yul, seorang profesor di Universitas Myongji.

(dek/dek)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT