PAN Si Sahabat Baru Diyakini Bakal dapat Kursi Menteri

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 27 Agu 2021 13:33 WIB
Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dalam rapat koordinasi yang digelar secara virtual bersama DPW, DPD dan anggota legislatif dari PAN, di DPP PAN, Jakarta, Kamis (15/7/2021).
Foto: Ketum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas). (dok. istimewa)
Jakarta -

PAN resmi menjadi bagian partai koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin. Presiden Jokowi diyakini bakal melakukan reshuffle kabinet lagi dalam waktu dekat, sebagai tindak lanjut masuknya PAN ke koalisi.

"Kalau melihat tanda-tanda 'alam', dalam waktu dekat ini pasti ada reshuffle. Tanda paling menonjol, PAN sudah diperkenalkan sebagai teman koalisi baru," kata Direktur Eksekutif lembaga survei Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, kepada wartawan, Jumat (27/8/2021).

Adi menyakini PAN akan mendapatkan kursi menteri, bukan yang lain. Ada tiga posisi yang dinilai berpotensi untuk diberikan Presiden Jokowi ke PAN, salah satunya Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

"Bagi publik, PAN sah disebut teman koalisi baru jika dapat jatah menteri, bukan yang lain. Jika melihat korespondensi historisnya, sangat mungkin PAN dapat jatah menteri PMK, Perhubungan, dan PAN RB," sebut Adi.

Bukan tanpa alasan Adi memprediksi tiga potensi kursi menteri untuk PAN. Seperti halnya MenPAN-RB, elite PAN Asman Abnur pernah menduduki kursi menteri dimaksud pada awal pemerintahan Jokowi periode pertama.

Lalu bagaimana dengan Menko PMK dan Menteri Perhubungan (Menhub)? Menko PMK diketahui saat ini dijabat oleh Muhadjir Effendy yang notabenenya merupakan elite Muhammadiyah. PAN sendiri diidentikan dengan Muhammadiyah.

Kemudian Menhub. Mantan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa menduduki kursi Menhub saat pemerintahan RI di bawah kendali Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004 lalu.

PAN memang punya keterkaitan dengan 3 posisi yang disebut Adi. Analisis Adi, kemungkinan besar PAN akan mendapatkan kursi Menko PMK.

"Ada jejak politik, kader PAN pernah menempati 3 kementerian tersebut. Di antara 3 kementerian ini, paling mungkin PAN diproyeksikan di PMK. Bacaan sederhananya begitu," tuturnya.

Namun demikian, Adi menyebut Presiden Jokowi kerap memutuskan hal yang tidak diduga oleh publik. Karena itum, bukan tak mungkin PAN mendapatkan 'jatah' di luar yang Adi sebutkan.

"Tapi membaca politik Jokowi ini rumit, karena sering sekali bikin kejutan tak terduga. Bisa saja PAN dapat kursi di kementerian yang tak pernah terduga oleh siapa pun," pungkasnya.

Baca respons PAN soal kemungkinan dapat jatah menteri di halaman berikutnya.