×
Ad

Hilang di Laut Arab, Boeing 737 Alami Penurunan Ekstrem

Deutsche Welle (DW) - detikNews
Rabu, 08 Jul 2026 17:12 WIB
Jakarta -

Sebuah pesawat kargo Boeing 737 yang membawa lima awak kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara pada Selasa malam, menurut otoritas penerbangan Pakistan.

Pesawat tersebut sempat melaporkan adanya masalah teknis saat terbang dari Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA), menuju Karachi. Insiden ini memicu operasi pencarian dan penyelamatan.

Menurut media lokal Geo News, pesawat itu terbang di atas Laut Arab, dekat Ormara, Provinsi Balochistan, Pakistan, ketika dinyatakan hilang.

Pesawat mengalami penurunan tajam

Otoritas Bandara Pakistan atau Pakistan Airport Authority (PAA) mengatakan sistem radar menunjukkan pesawat mengalami penurunan ketinggian secara cepat sebelum komunikasi terputus.

Berdasarkan data awal dari layanan pelacakan penerbangan global Flightradar24.com, pesawat sempat kehilangan ketinggian, kemudian kembali menanjak, sebelum mengalami penurunan kedua yang mendadak dan sangat drastis.

Data terakhir yang dikirim pesawat menunjukkan posisinya berada pada ketinggian 1.100 kaki (335 meter) di atas permukaan laut, dengan laju penurunan vertikal mencapai minus 22.400 kaki per menit, angka yang dianggap sangat curam dan tidak normal.

"Setiap kali Anda melihat sesuatu yang ekstrem seperti itu, tentu hal tersebut akan menarik perhatian. Namun, masih terlalu dini untuk menyimpulkan apa artinya sebelum ada informasi lebih lanjut," kata konsultan keselamatan penerbangan Anthony Brickhouse kepada Reuters.

Operasi pencarian berlangsung

PAA menyatakan telah mengaktifkan pusat koordinasi penyelamatan dan mengerahkan tim pencarian di laut untuk menemukan pesawat yang hilang.

Pesawat tersebut dioperasikan oleh K2 Airways, maskapai kargo swasta Pakistan yang melayani penerbangan berjadwal maupun charter di dalam dan di luar negeri.

Maskapai itu mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Otoritas Penerbangan Sipil Pakistan serta lembaga pemerintah lainnya.

"Kami terus berdoa dengan sungguh-sungguh demi keselamatan rekan-rekan kami," tulis operator pesawat tersebut di Facebook.

Awalnya pesawat penumpang

Pesawat yang hilang awalnya merupakan pesawat penumpang yang diproduksi pada 1999. Pesawat ini pernah dioperasikan oleh Aeroflot dan Garuda Indonesia sebelum dikonversi menjadi pesawat kargo pada 2012.

Pesawat berusia 27 tahun itu merupakan bagian dari keluarga Boeing 737, tetapi berasal dari generasi sebelumnya dari varian 737 MAX yang pernah mengalami krisis keselamatan.

Kecelakaan pesawat jet terakhir di Karachi terjadi pada Mei 2020, ketika sebuah pesawat Pakistan yang membawa 98 orang jatuh di kawasan permukiman padat dekat bandara setelah diduga mengalami kegagalan mesin saat hendak mendarat.

Laporan resmi Pakistan menyimpulkan bahwa kecelakaan tersebut, yang menewaskan seluruh penumpang kecuali satu orang, disebabkan oleh kesalahan manusia yang melibatkan pilot, kopilot, dan petugas pengatur lalu lintas udara.

Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Inggris
Diadaptasi oleh Rahka Susanto
Editor: Ayu Purwaningsih

width="1" height="1" />

Lihat juga Video 'Pesawat Angkut Penerjun Payung Jatuh di Prancis, 11 Orang Tewas':




(ita/ita)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork