×
Ad

Bapanas Temukan Kandungan Zinc Berlebih pada Beras Fortifikasi Abal-abal

Rumondang Naibaho - detikNews
Rabu, 21 Okt 2026 20:11 WIB
Pengungkapan Dugaan Pemalsuan Beras Fortifikasi, 1.193 Kemasan Disita (Foto: Andhika Prasetia/detikFoto)
Jakarta -

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengungkap temuan berbahaya terkait peredaran beras fortifikasi yang tidak sesuai standar mutu serta kandungan gizi. Berdasarkan hasil uji laboratorium, produk beras tersebut terbukti mengandung zinc yang melebihi batas aman.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas RI, Hermawan menjelaskan, konsumsi normal zinc semestinya dibatasi sekitar 40 miligram per hari. Namun, pengujian laboratorium mendapati kadar zinc pada sampel beras fortifikasi bermasalah jauh di atas ambang batas.

"Perlu kami sampaikan bahwa kalau kemarin hasil pemeriksaan lab itu khusus zinc, khusus zinc, itu melebihi 120 persen. Sedangkan batas normalnya harusnya hanya 40 miligram zinc yang harus dikonsumsi oleh manusia normal per hari," kata Hermawan dalam jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

Hermawan menekankan, kelebihan asupan zat tersebut dapat langsung menimbulkan efek samping bagi kesehatan. "Apa akibat daripada kelebihan zinc tersebut? Yaitu dalam waktu singkat dia bisa mual, muntah, sakit perut, diare, pusing," ungkapnya.

Tak hanya itu, dampak konsumsi jangka panjang dengan dosis berlebih juga dinilai sangat berbahaya tubuh. Hal itu dapat berakibat dapat merusak metabolisme tubuh.

"Kemudian jika dosisnya memang betul-betul tinggi terus-menerus dikonsumsi, itu bisa menghambat penyerapan tembaga sehingga dapat menyebabkan anemia, kesemutan, kebas, dan gangguan keseimbangan lainnya. Itu yang terkait masalah kelebihan zinc dan itu ditemukan pada saat ini," sambung Hermawan.

Selain kelebihan zinc, Hermawan menyebut bahwa sekitar 90 persen kandungan gizi pada beras fortifikasi yang diperiksa terbukti tidak sesuai. Ada produk yang sama sekali tidak ditambahkan vitamin, serta ada pula yang kandungannya jauh di bawah standar dari yang disematkan pada kemasan.

"Ada 90% itu tidak benar. Jadi semuanya ada yang tidak pakai sama sekali vitamin, ada yang kurang persennya jauh sekali dari yang diinginkan oleh masyarakat, seperti zink, vitamin B, nah itu sangat jauh yang diharapkan oleh masyarakat," jelas dia.

"Bahwa 90% yang ditemukan oleh tim Bapanas beserta Bareskrim yang klaimnya kalau fortifikasi adalah beras premium, faktanya adalah beras medium," imbuh Hermawan.

Dia menerangkan, secara hitungan biaya, beras medium seharga Rp 13.500 per kilogram dengan penambahan 1 persen kernel vitamin senilai Rp 1.000 semestinya dijual sekitar Rp 14.500 per kilogram. Namun, produsen justru menjualnya dengan harga selangit, yakni antara Rp 23.000-Rp 57.000 per kilogram.

"Apalagi klaimnya premium, ternyata berasnya beras medium. Jadi harga ini lonjakannya terlalu tinggi," sebutnya.




(ond/eva)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork