×
Ad

Pemprov Jabar Siapkan Pelatihan 4 Bahasa Asing Gratis bagi Warga Desa

Angelina Vioni - detikNews
Senin, 19 Okt 2026 15:13 WIB
Foto: Dian Firmansyah/detikJabar
Jakarta -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyelenggarakan pelatihan bahasa asing bagi masyarakat desa untuk meningkatkan kompetensi warga yang akan bekerja di luar negeri. Pelatihan ini mencakup empat bahasa, yakni Inggris, Mandarin, Jepang, dan Arab.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan pelatihan bahasa asing akan dimulai pada November 2026. Setiap camat diminta untuk memilih empat desa yang akan menjadi lokasi pelaksanaan pelatihan bahasa asing.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Barat, I Gusti Agung Kim Fajar, menambahkan pelatihan bahasa asing dilaksanakan untuk menyiapkan warga desa yang akan bekerja di luar negeri agar tak menghadapi masalah.

"Penyiapan sumber daya manusia penting karena pekerja migran asalnya dari desa. Mereka ada yang kena masalah di luar negeri karena tidak tahu prosedur, apalagi bahasa," kata Kim dalam keterangan tertulis, Senin (19/10/2026).

Hal tersebut disampaikan usai acara bursa kerja online di PT Food Packaging Jaya, Kawasan Industri Losarang, Indramayu, Jumat (16/10).

Tenaga pengajar untuk pelatihan bahasa asing akan direkrut dari kalangan guru SMA dan SMK di Indramayu maupun instruktur mandiri.

Kim mengatakan jangka waktu pelatihan bahasa asing berlangsung sekitar enam bulan. Setiap desa akan diberi kuota puluhan orang untuk mengikuti pelatihan bahasa asing.

"Pelatihan bahasa asing diberikan gratis supaya sumber daya manusia siap kerja di luar negeri," ujarnya.

Kepala Desa Muntur, Kecamatan Losarang, Indramayu, Tanuri mengapresiasi rencana Dedi Mulyadi yang akan menyelenggarakan pelatihan bahasa asing.

Tanuri mengatakan sejumlah warga Desa Muntur telah bekerja di luar negeri, antara lain sebagai babysitter dan pelayan restoran.

Selama ini, warga Muntur bekerja ke luar negeri tanpa mendapatkan pelatihan bahasa asing terlebih dahulu. Adapun negara tujuan mereka antara lain Arab dan Taiwan.

Menurut Tanuri, masih ada sekitar 10% masyarakat Desa Muntur yang masih menjadi pengangguran. Mereka kebanyakan merupakan lulusan sekolah menengah atas (SMA).

Tonton juga video "Kemkomdigi: Pelatihan AI Ready ASEAN Bidik 250 Ribu Warga Asia Tenggara"




(ega/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork