×
Ad

DPD RI Awards 2026

Profil 3 Besar Inovator Teknologi Kesehatan DPD RI Awards 2026

Farih Maulana Sidik - detikNews
Selasa, 13 Okt 2026 10:41 WIB
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Dewan Pakar telah memilih tiga besar DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan. Ketiganya dinilai berperan dalam menghasilkan program terobosan yang berdampak bagus untuk dunia kesehatan di Indonesia.

Pemilihan 3 besar DPD RI Awards 2026 ditentukan dalam rapat perdana Dewan Pakar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Ada empat kategori DPD RI Awards 2026, yakni Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan dan Pelestari Budaya Daerah.

Adapun Dewan Pakar DPD Awards 2026 yaitu Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.

Siapa saja 3 sosok yang masuk 3 besar DPD RI Awards 2026 kategori Inovator Teknologi Kesehatan? Berikut ini sekilas profilnya:

1. Nur Arning Tengara Kasih (DKI Jakarta)

Nur Arning Tengara Kasih mengembangkan SOBIKU Indonesia atau Sobat Peduli Kanker Anak untuk Indonesia, platform digital untuk memperkuat ekosistem deteksi dini kanker anak di tingkat masyarakat.

Aplikasi ini memiliki fitur skrining gejala kanker anak, informasi rumah singgah, artikel edukasi, komunitas, donasi, serta Sobiku Store.

SOBIKU Indonesia memiliki empat program utama: edukasi kanker anak bersama tenaga medis, pelatihan kader Posyandu, skrining gejala kanker anak di Posyandu menggunakan aplikasi, serta dukungan psikososial bagi anak dan orang tua pejuang kanker.

Acuan skrining dikembangkan berdasarkan masukan dokter subspesialis hemato-onkologi anak dan panduan Kementerian Kesehatan RI.

2. Megi Riomandala (Bengkulu)

Megi Riomandala menggagas inovasi bernama Sikeling Pusako atau Sistem informasi kesehatan lingkungan Puskesmas Semelako. Sikeling Pusako merupakan digitalisasi pelayanan kesehatan lingkungan Puskesmas Semelako, Kabupaten Lebong, Bengkulu.

Tahun 2019, Sikeling Pusako lahir dari pengalaman dan kepedulian Megi terhadap masalah kesehatan lingkungan masyarakat. Awalnya, Megi mengembangkan PETISI (Pemetaan Sanitasi) untuk menjawab permasalahan masyarakat di sepanjang aliran sungai dan masih melakukan buang air besar di sungai.

Kemudian berkembang menjadi Sikeling Pusako tahun 2022, sebuah sistem digital untuk pendataan, pemetaan, pemantauan dan pelayanan kesehatan lingkungan yang terus dikembangkan hingga kini.

Dampaknya nyata, desa Open Defecation Free (ODF) atau desa stop buang air besar sembarangan meningkat dari 0 desa pada tahun 2019 menjadi 100% pada tahun 2024.

3. Siti Nurmaini (Sumatera Selatan)

Siti Nurmaini mengembangkan aplikasi TeleOTIVA, inovasi kesehatan digital dengan mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), computer vision, dan telemedicine untuk mendukung skrining serta deteksi dini kanker serviks.

Aplikasi ini membantu tenaga kesehatan mendokumentasikan citra serviks, mengidentifikasi area dan lesi yang dicurigai, serta menyediakan informasi pendukung untuk evaluasi dan pengambilan keputusan klinis.

Melalui fitur telemedicine, hasil pemeriksaan dapat dikonsultasikan dengan tenaga medis atau dokter spesialis tanpa terkendala jarak, sehingga berpotensi memperluas akses layanan skrining di puskesmas dan wilayah dengan keterbatasan tenaga spesialis.

TeleOTIVA juga menyediakan dokumentasi pemeriksaan dan pemantauan tindak lanjut pasien secara digital. Inovasi ini dikembangkan sebagai sistem pendukung keputusan klinis, bukan pengganti tenaga medis, dan tersedia melalui platform aplikasi digital.



Simak Video "Video: Dewan Pakar Pilih 3 Besar Kandidat DPD RI Awards 2026, Ini Daftarnya"

(fas/knv)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork