Pilih 3 Besar DPD RI Awards 2026, Dewan Pakar Pastikan Tak Ada Intervensi

DPD RI Awards 2026

Pilih 3 Besar DPD RI Awards 2026, Dewan Pakar Pastikan Tak Ada Intervensi

Farih Maulana Sidik - detikNews
Jumat, 09 Okt 2026 13:20 WIB
Dewan Pakar DPD Awards 2026 sekaligus Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H,.
Foto: Dok. detikcom
Jakarta -

Dewan Pakar telah memilih tiga besar per kategori DPD RI Awards 2026. Dewan Pakar memastikan independen dan tanpa intervensi dalam pemilihan tersebut.

Pemilihan 3 besar DPD RI Awards 2026 ditentukan dalam rapat perdana Dewan Pakar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Sejumlah anggota Dewan Pakar hadir langsung dalam rapat dan yang berhalangan hadir tetap memberikan pandangan serta kontribusi dalam pembahasan.

Adapun Dewan Pakar DPD Awards 2026 yaitu Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anggota Dewan Pakar, Agustin Teras Narang, menyebut masing-masing kategori DPD RI Awards 2026 ini memiliki spesifikasi penilaian tersendiri. Namun tak kalah penting bagi Dewan Pakar adalah kebermanfaatan inovasi atau dedikasi dari kandidat bagi pemerintah daerah, khususnya masyarakat.

"Sehingga ada suatu semangat di dalam rangka untuk mengembangkan apakah itu dalam bidang pendidikan, bidang kesehatan, terutama yang menyangkut masalah-masalah inovasi yang menggerakkan kehidupan bersama," kata Teras Narang usai rapat.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkap sejumlah perdebatan Dewan Pakar untuk memilih 3 besar DPD RI Awards 2026 karena para kandidat memiliki dedikasi dan inovasi yang sangat bagus. Namun untuk menentukan 3 besar, dia harus memilih yang terbaik dari yang bagus tersebut.

"Jujur saya katakan semuanya baik, bagus. Jadi perdebatan itu bukan berarti perdebatan yang tidak konstruktif tapi perdebatan yang betul-betul berdasarkan pada apa yang harus kita lakukan, karena pemikiran-pemikiran kita para pakar itu sejauh mana kepentingan-kepentingan daerah itu terwujud nyata, dan dampaknya bagaimana," ucapnya.

Lebih jauh, Teras Narang memastikan para Dewan Pakar independen dan tanpa intervensi dalam memilih 3 besar per kategori DPD Awards 2026. Menurutnya, 5 Dewan Pakar DPD RI Awards 2026 memilih kandidat yang berkualitas dan berdampak bagi perkembangan di daerahnya masing-masing.

"Kami ini masing-masing punya etik. Jadi tanpa ada aturan atau larangan apapun, kami sudah punya etika siapa yang harus kami pilih, karena kami merasa bahwa yang kami pilih ini adalah orang-orang yang betul-betul punya kapasitas, punya kualitas dan kapabilitas, yang paling penting itu kemanfaatan bagi perkembangan ilmu, perkembangan dunia pendidikan-kesehatan dan kemudian masalah pangan," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam DPD RI Awards 2026 ada 4 kategori penghargaan, yakni Inovator Pendidikan Non-Formal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Penggerak Desa Mandiri Pangan dan Pelestari Budaya Daerah. Berikut ini daftar 3 besar DPD RI Awards 2026:

1. KATEGORI PELESTARI BUDAYA DAERAH

* Anitawati (Maluku Utara)
* Endang Dzunuraini (Jawa Timur)
* Muhammad Ridwan Alimuddin (Sulawesi Barat)

2. KATEGORI PENGGERAK DESA MANDIRI PANGAN

* Asep Hidayat Mustopa (Jawa Barat)
* Anang Ismail (Jawa Tengah)
* Rivan Rinaldi (Aceh)

3. KATEGORI INOVATOR TEKNOLOGI KESEHATAN

* Nur Arning Tengara Kasih (DKI Jakarta)
* Megi Riomandala (Bengkulu)
* Siti Nurmaini (Sumatera Selatan)

4. KATEGORI INOVATOR PENDIDIKAN NON-FORMAL/PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH

* Alvian Wardhana (Kalimantan Selatan)
* Egi Trialogi (Jawa Barat)
* Taryaningsih (Jawa Timur)

Tonton juga video "Dewan Pakar Pilih 3 Besar Kandidat DPD RI Awards 2026, Ini Daftarnya"

(fas/knv)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini