Dewan Pakar telah menggelar rapat perdana untuk membahas kandidat penerima penghargaan DPD RI Awards 2026. Dalam rapat yang berlangsung dinamis itu, Dewan Pakar menetapkan tiga kandidat terbaik dari masing-masing kategori yang akan mengikuti tahap seleksi berikutnya.
Rapat perdana Dewan Pakar DPD Awards 2026 digelar di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (5/10/2026). Rapat berlangsung selama kurang lebih lima jam.
Adapun Dewan Pakar DPD Awards 2026 yaitu Menteri Kebudayaan RI Prof (Hon) Dr. H. Fadli Zon, SS, M.Sc, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si, Wakil Ketua Komisi II DPR RI Dr. Dede Yusuf Macan Effendi, S.T., M.I.Pol, Anggota DPD RI Dr. Agustin Teras Narang, S.H, dan Guru Besar FMIPA Universitas Indonesia (UI) Prof. Dr. rer. nat. Agustino Zulys, S.Si., M.Sc.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah anggota Dewan Pakar hadir secara langsung dalam rapat perdana tersebut. Sementara anggota lainnya tetap memberikan pandangan dan kontribusi dalam pembahasan.
Ada empat kategori yang dibahas dalam DPD RI Awards 2026, yakni Kategori Inovator Pendidikan Nonformal/Pendidikan Luar Sekolah, Inovator Teknologi Kesehatan, Kategori Pelestari Budaya Daerah, dan Kategori Penggerak Desa Mandiri Pangan.
Anggota DPD RI Agustin Teras Narang menjelaskan pembahasan setiap kandidat dalam rapat tersebut berlangsung ketat. Semua aspek diperhatikan agar kandidat yang terpilih nantinya memang yang terbaik.
"Jujur kami katakan, kami melakukan penelitian ini secara betul-betul secara cermat sehingga kita harapkan bahwa siapapun nanti yang menjadi pemenang adalah betul-betul merupakan orang-orang yang memahami dan memberikan inovasi berkenaan dengan topik-topik yang tadi telah kita sampaikan bersama," kata Teras Narang.
Dia menjelaskan setiap kategori DPD Awards mempunyai tantangannya tersendiri. Namun Teras Narang menekankan bahwa setiap kontribusi dan inovasi yang dilakukan kandidat harus mempunyai kebermanfaatan untuk masyarakat.
"Sehingga ada suatu semangat di dalam rangka untuk mengembangkan, apakah itu dalam bidang pendidikan, apakah itu dalam bidang kesehatan, terutama yang menyangkut masalah eh inovasi-inovasi. Inovasi-inovasi yang menggerakkan kehidupan bersama," ujar dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf menjelaskan pada dasarnya semua kandidat yang masuk 10 besar sudah mempunyai kontribusi yang baik. Mereka telah terpilih dari seribuan peserta yang mendaftar untuk menjadi penerima penghargaan DPD Awards.
"Dan kami agak kesulitan untuk memilih karena semuanya bagus. Tetapi saya harus berkaca ketika ini berbicara DPD RI Awards, DPD itu berbicara tentang pemerintahan daerah, provinsi, dan lain-lain. Sehingga kami selalu mencoba untuk mengidentifikasikannya, ini konteks kaitannya dengan pemerintah daerah apa? Ya. Bagaimana jika peran pemerintah daerah dan juga apa dampak yang diberikan dari kandidat-kandidat ini kepada pemerintahannya. Supaya tidak berdiri sendiri, karena konteksnya kita adalah DPD RI Awards," ujar dia.
Dede menilai aspek kebermanfaatan bagi daerah menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menilai para kandidat DPD RI Awards 2026. Dia melihat sejauh mana inovasi tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi kemajuan dan perekonomian daerah.
"Nah, itulah makanya kami di disebutnya dewan pakar, karena pakarnya mungkin konteksnya kepada urusan pemerintahan daerah. Kalau misalnya bilang, 'Wah, ini cocoknya buat negara ni', ya berarti ya negara yang harus melihat ini sebagai salah satu inovasi-inovasi yang, yang bagus gitu," ujar Dede.
Berikut daftar 3 besar kandidat DPD RI Awards 2026:
1. KATEGORI PELESTARI BUDAYA DAERAH
- Anitawati (Maluku Utara)
- Endang Dzunuraini (Jawa Timur)
- Muhammad Ridwan Alimuddin (Sulawesi Barat)
2. KATEGORI PENGGERAK DESA MANDIRI PANGAN
- Asep Hidayat Mustopa (Jawa Barat)
- Anang Ismail (Jawa Tengah)
- Rivan Rinaldi (Aceh)
3. KATEGORI INOVATOR TEKNOLOGI KESEHATAN
- Nur Arning Tengara Kasih (DKI Jakarta)
- Megi Riomandala (Bengkulu)
- Siti Nurmaini (Sumatera Selatan)
4. KATEGORI INOVATOR PENDIDIKAN NON-FORMAL/PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
- Alvian Wardhana (Kalimantan Selatan)
- Egi Trialogi (Jawa Barat)
- Taryaningsih (Jawa Timur)
Tonton juga video "Purbaya Rapat di DPD Sebelum Direshuffle, Sempat Diingatkan Angkat Telepon"
(knv/hri)









































