×
Ad

Rahayu Saraswati Pentaskan Monolog 'Kalau Bukan Aku'

Rafi Ghifari - detikNews
Sabtu, 26 Sep 2026 20:09 WIB
Foto: dok. Rahayu Saraswati
Jakarta -

Seorang perempuan di atas panggung membawa penonton memasuki cerita tentang kehilangan, perdagangan orang, trauma, dendam, serta pergulatan manusia ketika keadilan terasa datang terlambat.

Selama sekitar 90 menit dalam lima babak, satu pertanyaan terus mengikuti perjalanan tokoh tersebut: jika hukum datang terlambat, dapatkah dendam menyamar sebagai keadilan?

Pergulatan tersebut hadir dalam pertunjukan tunggal Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berjudul 'Kalau Bukan Aku' dalam rangkaian MonoPlay Festival 2026 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pertunjukan ini digelar pada Jumat (25/9) dengan durasi sekitar satu setengah jam.

'Kalau Bukan Aku' menjadi monolog pertama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang sekaligus menulis, menyutradarai, dan memainkan sendiri pertunjukan tersebut.

Karya ini juga dikemas dalam bentuk drama misteri psikologis atau psychological thriller yang membawa penonton mengikuti pergulatan tokohnya dari satu babak ke babak berikutnya.

Kemampuan Rahayu membawakan cerita seorang diri juga terlihat melalui perubahan emosi, gestur, dan intensitas permainan yang dipertahankan sepanjang pertunjukan. Suasana yang semula tenang perlahan bergerak menuju ketegangan dan kemarahan hingga menghadirkan pertanyaan moral yang semakin sulit dijawab.

Salah satu kerabat Rahayu, Andrew J. Jules Soebali melihat, kekuatan pertunjukan tersebut terletak pada kemampuannya membawa persoalan besar ke dalam pengalaman manusia.

"Yang kuat dari karya ini adalah kita tidak hanya diajak mengetahui adanya persoalan, tetapi ikut memahami dampaknya terhadap korban dan keluarga, dari pemahaman itu, kepedulian dapat tumbuh menjadi tanggung jawab," ujar Andrew, dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/09/2026).

Kehadiran Andrew dalam pertunjukan tersebut juga menjadi bentuk dukungan keluarga terhadap Rahayu sekaligus memberinya kesempatan melihat gagasan yang dibawa melalui karya tersebut.

Kalau Bukan Aku'" title="Monolog pertama Rahayu Saraswati 'Kalau Bukan Aku'" class="p_img_zoomin" caption="Monolog pertama Rahayu Saraswati 'Kalau Bukan Aku'" />Monolog pertama Rahayu Saraswati 'Kalau Bukan Aku' Foto: dok. Rahayu Saraswati

"Sebagai keluarga, tentu saya hadir untuk memberikan dukungan kepada Sara namun, setelah menyaksikan gagasan yang dibawanya, saya melihat karya ini memiliki makna yang lebih luas. Pertunjukan ini mengingatkan kita bahwa dukungan keluarga penting, baik bagi mereka yang berani menyuarakan persoalan maupun bagi korban yang sedang berusaha memulihkan kehidupannya," ujarnya.

Pertunjukan 'Kalau Bukan Aku' juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan yang hadir dalam pementasan tersebut. Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Republik Indonesia Maman Abdurrahman, Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana, serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Veronica Tan turut hadir bersama sejumlah tokoh lainnya.

Kalau Bukan Aku'" title="Monolog pertama Rahayu Saraswati 'Kalau Bukan Aku'" class="p_img_zoomin" caption="Monolog pertama Rahayu Saraswati 'Kalau Bukan Aku'" />Monolog pertama Rahayu Saraswati 'Kalau Bukan Aku' Foto: dok. Rahayu Saraswati

Dukungan keluarga Sigar, Philip Frederik Laurens Sigar, yang hadir memberikan apresiasi terhadap keberanian Rahayu Saraswati mengangkat persoalan perdagangan orang melalui seni pertunjukan.

Kehadiran keluarga dan orang-orang terdekat tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan Rahayu membawakan karyanya yang mengangkat isu berat dan emosional.




(prf/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork