Polisi Koordinasi ke Forensik dan Pihak Sutrimo soal Hasil Ekshumasi

Polisi Koordinasi ke Forensik dan Pihak Sutrimo soal Hasil Ekshumasi

Adhfar Aulia Syuhada - detikNews
Kamis, 24 Sep 2026 11:14 WIB
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberi keterangan pers di Bundaran HI, Kamis (24/9/2026) (Adhfar AS/detikcom)
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberi keterangan pers di Bundaran HI, Kamis (24/9/2026) (Adhfar AS/detikcom)
Jakarta -

Polisi masih menyesuaikan jadwal pengumuman hasil ekshumasi jenazah Sutrimo, pria yang sudah lama bekerja dengan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Polisi terus berkoordinasi dengan dokter forensik serta kuasa hukum keluarga Sutrimo untuk mengumumkan hasil ekshumasi.

"Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan berkoordinasi mencari waktu bersama tim dokter forensik medikolegal terkait tentang jadwal. Begitu juga akan memanggil dari pihak kuasa hukum, pihak keluarga almarhum Sutrimo. Ini akan dijadwalkan," jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Bundaran HI, Kamis (24/9/2026).

Budi mengatakan ada agenda masyarakat yang harus dilakukan dengan baik seperti pada hari ini. Hal tersebut membuat pihak kepolisian masih mengatur jadwal dengan para dokter forensik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami memahami harapan publik untuk kita menyampaikan secara transparan, dan kami juga permohonan maaf memang beberapa agenda-agenda kegiatan masyarakat seperti hari ini juga harus dilaksanakan dengan baik. Jadi pengaturan ini yang lagi dalam proses pembahasan Ditreskrimum bersama para dokter forensik medikolegal," katanya.

ADVERTISEMENT

Budi berharap pengumuman dapat dilakukan minggu ini. Pengumuman, kata dia, masih menyesuaikan dengan aktivitas masyarakat.

"Ya, mudah-mudahan di dalam minggu ini, melihat bagaimana situasi kegiatan aktivitas masyarakat. Pasti akan kami sampaikan," katanya.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya bersama tim dokter forensik melakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Rabu (12/8). Proses ekshumasi itu berlangsung selama kurang lebih 3,5 jam mulai pukul 09.30 hingga 13.00 WIB.

Dokter forensik menjelaskan informasi kondisi Sutrimo yang tewas dengan kondisi mulut dan hidung yang berbusa. Polisi juga melakukan swab kepada jasad Sutrimo saat proses ekshumasi dilakukan.

"Memang informasi yang kami terima, jenazah Sutrimo ini mengeluarkan swab, mengeluarkan buih ya dari hidung dan mulutnya pada saat dia meninggal. Namun pada waktu kami ekshumasi tadi, sudah tidak ada," kata Ketua Tim Dokter Forensik, Prof Yudi, dalam konferensi pers, Rabu (12/8).

"Tapi kami mencoba melakukan tadi, pemisahan laboratorium mengambil dengan cara men-swab ya, apakah di situ masih ada sisa-sisa dari yang terkandung dari ini," tambahnya.

Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri pada Kamis (23/7). Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke RS Muhammadiyah Taman Puring dan dinyatakan sudah meninggal dunia.

Tonton juga video "Tim Dokter Forensik Ungkap Kondisi Jasad Sutrimo saat Diekshumasi"

Halaman 2 dari 2
(jbr/jbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini