×
Ad

Maksimalkan Potensi Desa, Mendes PDT Ajak Mahasiswa UMJ Jadi Pengusaha

Dea Duta Aulia - detikNews
Senin, 21 Sep 2026 13:29 WIB
Foto: Kemendes
Jakarta -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menjadi pengusaha dan memanfaatkan kesempatan kuliah untuk meriset potensi unggulan yang ada di desa-desa.

Pasalnya, Kemendes PDT memiliki 49 negara tujuan untuk program desa ekspor. Besar harapan, mahasiswa kini tidak hanya fokus pada teori akademis, tetapi juga terjun langsung membantu masyarakat desa mengelola potensi lokal mereka. Hal itu diungkapkannya saat menjadi pembicara kunci dalam agenda Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, hari ini.

"Jadi jangan sampai adik-adik mahasiswa takut bermimpi. Walaupun orang kota, kalian bisa berbisnis di desa. Jadilah pengusaha, sebab kami punya 49 negara tujuan ekspor. Mereka butuh banyak cabai, serai, bawang merah, dan lain sebagainya," kata Yandri Susanto dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).

Tak hanya itu, dia juga menyoroti pola hidup mahasiswa yang kerap hanya berputar di area akademis tanpa keterlibatan aktif dalam organisasi maupun kegiatan kemahasiswaan lainnya, baik di dalam maupun di luar kampus.

Yandri berpesan agar para mahasiswa baru berani bermimpi besar dan mengasah potensi kepemimpinan sejak dini. Menurutnya, bangku kuliah adalah tempat terbaik untuk memupuk kapasitas diri sebelum terjun menjadi pemimpin bangsa di masa depan.

"Saya ingin membuka cakrawala adik-adik mahasiswa baru, jangan hanya berpikir kuliah-kosan, kuliah-kosan, jangan. Artinya, jangan hanya mau jadi mahasiswa biasa. Sebab, saya yakin adik-adik mahasiswa yang hadir di sini bakal jadi menteri. Ini ada yang jadi gubernur, kelihatannya," ujarnya.

Selain itu, Yandri juga menceritakan latar belakang keluarganya yang merupakan petani serta fasilitas umum di kampung asalnya yang penuh keterbatasan. Namun, hal itu justru membuat tekadnya kokoh untuk bersaing saat dahulu berproses di bangku kuliah.

Walaupun tumbuh di tengah ketertinggalan infrastruktur di kampungnya, dia memilih tak gentar menghadapi keadaan. Sebab, baginya, kondisi awal kehidupan bukanlah penentu akhir dari perjalanan seseorang.

"Lah, orang saya anak petani, emak saya nggak tamat SD. Nanam padi sama nanam kopi. Di kampung saya baru masuk listrik 2002, baru masuk sinyal handphone 2015 kemarin. Kebayang, kan, kampung saya itu. Tapi apakah membuat saya patah hati? Nggak. Karena menurut saya, masa depan itu tergantung kita atas izin Allah," jelasnya.

"Jadi jangan menyerah dengan situasi dan kondisi yang sedang adik-adik mahasiswa hadapi sekarang," tutupnya.

Sebagai informasi tambahan, acara itu turut dihadiri Sekjen Kemendes PDT Taufik Madjid, Kepala BPSDM Kemendes PDT Agustomi Masik, Kepala BPI Kemendes PDT Mulyadin Malik, dan Staf Khusus Menteri Khoriul Huda.



Simak Video "Video: Kemendes PDT-Panglima TNI Teken Nota Kesepahaman Kolaborasi Bangun Desa"

(ega/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork