Sabo Dam Dibangun, Warga Tapanuli Tengah Dilindungi Bencana Susulan

Foto

Sabo Dam Dibangun, Warga Tapanuli Tengah Dilindungi Bencana Susulan

Dok. Kemendagri - detikNews
Minggu, 13 Sep 2026 12:35 WIB

Jakarta - Penanganan kawasan hulu Tapanuli Tengah dipercepat melalui pembangunan Sabo Dam Aek Tukka dan Sigala-gala untuk mengantisipasi banjir serta sedimentasi susulan.

Penanganan kawasan hulu di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dipercepat untuk mengantisipasi potensi banjir dan sedimentasi susulan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sabo Dam Aek Tukka dan Sabo Dam Sigala-gala di Kecamatan Tukka.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan Tapanuli Tengah menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus dalam penanganan bencana di Sumatera Utara. Dok. Kemendagri
Penanganan kawasan hulu di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dipercepat untuk mengantisipasi potensi banjir dan sedimentasi susulan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sabo Dam Aek Tukka dan Sabo Dam Sigala-gala di Kecamatan Tukka.
Tito mengatakan penanganan kawasan hulu perlu dipercepat untuk mencegah aliran air dan material kembali turun ke wilayah permukiman saat hujan deras. Pembangunan infrastruktur pengendali sedimen dinilai penting untuk memperkuat perlindungan masyarakat. Dok. Kemendagri
Penanganan kawasan hulu di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dipercepat untuk mengantisipasi potensi banjir dan sedimentasi susulan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sabo Dam Aek Tukka dan Sabo Dam Sigala-gala di Kecamatan Tukka.
Sebelumnya, endapan lumpur berdampak pada permukiman, perkantoran, sekolah, rumah ibadah hingga lahan pertanian warga. Dok. Kemendagri
Penanganan kawasan hulu di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dipercepat untuk mengantisipasi potensi banjir dan sedimentasi susulan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sabo Dam Aek Tukka dan Sabo Dam Sigala-gala di Kecamatan Tukka.
Pada tahap awal, pemerintah membangun satu Sabo Dam Aek Tukka dan satu Sabo Dam Sigala-gala. Kedua bangunan tersebut disiapkan untuk membantu mengendalikan aliran air dan sedimen dari kawasan perbukitan, dengan target penyelesaian pada Desember 2026. Dok. Kemendagri
Penanganan kawasan hulu di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dipercepat untuk mengantisipasi potensi banjir dan sedimentasi susulan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sabo Dam Aek Tukka dan Sabo Dam Sigala-gala di Kecamatan Tukka.
Pembangunan Sabo Dam akan dilanjutkan pada tahun berikutnya dengan menambah dua bangunan serupa. Dengan demikian, total akan terdapat empat Sabo Dam di Kecamatan Tukka sebagai bagian dari sistem perlindungan kawasan dari ancaman aliran material dan sedimentasi. Dok. Kemendagri
Penanganan kawasan hulu di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dipercepat untuk mengantisipasi potensi banjir dan sedimentasi susulan. Upaya tersebut dilakukan melalui pembangunan Sabo Dam Aek Tukka dan Sabo Dam Sigala-gala di Kecamatan Tukka.
Selain pembangunan Sabo Dam, penanganan juga dilakukan melalui normalisasi saluran air dan sungai. Pemerintah turut membangun dinding penahan atau retaining wall sepanjang 1,6 kilometer untuk memperkuat perlindungan kawasan dari aliran air dan material. Dok. Kemendagri
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian saat meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Tapanuli Tengah, Kamis (10/9/2026).
Pemulihan juga berjalan pada rumah warga serta sejumlah fasilitas pelayanan dasar yang terdampak bencana. Penanganan berbagai sektor dilakukan secara paralel agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan tanpa harus menunggu seluruh pekerjaan pengendalian di kawasan hulu selesai. Dok. Kemendagri
Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian saat meninjau progres rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Tapanuli Tengah, Kamis (10/9/2026).
Percepatan pembangunan infrastruktur tersebut diharapkan membuat Tapanuli Tengah tidak hanya pulih dari dampak bencana, tetapi juga memiliki sistem perlindungan yang lebih kuat. Pengendalian aliran air dan sedimentasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko banjir susulan sekaligus melindungi permukiman dan lahan pertanian warga. Dok. Kemendagri
Sabo Dam Dibangun, Warga Tapanuli Tengah Dilindungi Bencana Susulan
Sabo Dam Dibangun, Warga Tapanuli Tengah Dilindungi Bencana Susulan
Sabo Dam Dibangun, Warga Tapanuli Tengah Dilindungi Bencana Susulan
Sabo Dam Dibangun, Warga Tapanuli Tengah Dilindungi Bencana Susulan
Sabo Dam Dibangun, Warga Tapanuli Tengah Dilindungi Bencana Susulan
Sabo Dam Dibangun, Warga Tapanuli Tengah Dilindungi Bencana Susulan
Sabo Dam Dibangun, Warga Tapanuli Tengah Dilindungi Bencana Susulan
Sabo Dam Dibangun, Warga Tapanuli Tengah Dilindungi Bencana Susulan


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini