Ketua DPD Partai Gerindra Sumatra Barat (Sumbar) Andre Rosiade memimpin upacara pembukaan Pendidikan dan Pelatihan Laskar Kader Partai Gerindra Sumbar di Camping Ground Kandih, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar). Andre mengatakan partai ingin membentuk kader yang disiplin, loyal, berintegritas serta memahami nilai-nilai perjuangan partai.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, dari Jumat hingga Minggu. Kegiatan diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai daerah di Sumatra Barat yang berasal dari DPC Partai Gerindra serta kalangan anak muda yang menjadi bagian dari proses pengaderan partai.
Dalam kegiatan tersebut, Andre Rosiade bertindak sebagai pemimpin upacara pembukaan. Apel turut disaksikan Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy serta sejumlah anggota DPR RI dan DPRD Sumbar dan DPRD Kabupaten/Kota.
"Diklat Laskar ini merupakan bagian penting dari proses pengaderan Partai Gerindra di Sumatera Barat. Kita ingin kader-kader yang mengikuti kegiatan ini memiliki disiplin, loyalitas, integritas, serta memahami nilai-nilai perjuangan partai," kata Andre dalam keterangannya, Jumat (18/9/2026).
Andre mengatakan, kader yang mengikuti diklat diharapkan mampu menjadi bagian dari kekuatan organisasi yang hadir dan bekerja bersama masyarakat. Andre menyebut kader juga perlu memahami berbagai program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto agar menjadi bekal untuk menyampaikannya kepada masyarakat.
"Kita juga ingin kader memahami program-program strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sehingga ketika berada di tengah masyarakat, mereka mampu menjelaskan program tersebut dengan baik. Ini bagian dari upaya kita memperkuat kapasitas dan kualitas kader Gerindra di Sumatera Barat," jelasnya.
PIC Badilklat DPP Partai Gerindra di Sumbar, Masrul, menambahkan pendidikan dan pelatihan tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan kader yang militan. Dia menyebut, militansi kader tidak hanya berkaitan dengan semangat, tetapi juga harus dibarengi pemahaman terhadap organisasi, kedisiplinan dalam menjalankan tugas serta komitmen terhadap perjuangan partai.
"Diklat ini merupakan bagian dari proses pendidikan dan pengaderan untuk menciptakan kader-kader yang militan. Militan dalam arti memiliki pemahaman terhadap organisasi, disiplin dalam menjalankan tugas, serta memiliki komitmen terhadap perjuangan partai," kata Masrul.
Dia berharap para peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi mampu menerapkannya dalam aktivitas organisasi maupun kehidupan bermasyarakat.
"Kita berharap setelah mengikuti diklat ini, para peserta tidak hanya memahami materi yang diberikan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam aktivitas organisasi dan kehidupan bermasyarakat. Mereka harus memiliki karakter, semangat kebersamaan, kemampuan bekerja sama dan tanggung jawab sebagai kader," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Diklatlatsar Partai Gerindra Sumbar, Hidayat, mengatakan peserta juga diberikan pemahaman mengenai AD/ART Partai Gerindra, manifesto perjuangan, yel-yel serta Mars Perjuangan Partai. Peserta berkesempatan berinteraksi dengan para pimpinan partai, baik yang berada di lingkungan eksekutif maupun legislatif.
"Tujuannya adalah kita ingin membentuk karakter kader yang solid, yang berdisiplin, berintegritas, berwawasan, dan paham mengenai platform perjuangan partai serta cita-cita partai," kata Hidayat.
"Kita sangat egaliter, membaur, dan juga melakukan komunikasi dan koordinasi. Ketika kader-kader itu bisa memahami bagaimana manifesto perjuangan partai, itu intinya," imbuhnya.
Menurut Hidayat, diklat juga diarahkan untuk membentuk kader yang disiplin, bertanggung jawab, mampu bekerja sama dan memiliki semangat gotong royong. Dia berharap para kader nantinya mampu menjadi ujung tombak partai di tengah masyarakat, termasuk dalam menyampaikan informasi mengenai program strategis nasional.
"Kita berharap juga ujung tombak di bawah memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait program strategis nasional seperti MBG, KDMP, termasuk juga penegakan hukum, termasuk juga dalam rangka untuk kedaulatan bangsa yang lebih hebat ke depan," kata dia.
(wnv/idn)