Polri menggelar kejuaraan International Open Indoor Skydiving Kapolri Cup 2026. Lomba terjun payung dalam ruangan berskala internasional ini digelar di gedung Wind Tunnel Sumardi Korbrimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
Kegiatan dibuka langsung oleh Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo yang ditandai secara simbolis dengan pemukulan gong. Kejuaraan ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari, pada 17-20 September 2026.
Dalam sambutannya, Komjen Dedi Prasetyo menegaskan penyelenggaraan kejuaraan ini menjadi bukti tumbuhnya kepercayaan komunitas olahraga dirgantara terhadap sarana dan kapasitas yang dimiliki Polri.
"Keberlanjutan Kejuaraan Kapolri Cup dari edisi pertama hingga edisi kedua ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan wujud nyata tumbuhnya kepercayaan komunitas olahraga dirgantara, baik di tingkat nasional maupun internasional, terhadap fasilitas, kapasitas, dan kualitas penyelenggaraan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia," ujar Dedi di lokasi acara, Kamis (17/9/2026).
Dedi menyebut kejuaraan indoor skydiving bukan semata-mata mencari pemenang. Melainkan media pembentukan karakter, kedisiplinan, ketangguhan mental, dan sportivitas.
Menurutnya, cabang olahraga ini dinilai menuntut kemahiran teknik tingkat tinggi, konsentrasi prima, serta kecepatan pengambilan keputusan yang presisi.
"Di dalamnya terkandung proses pembentukan karakter, nilai kedisiplinan, ketangguhan mental, kerja keras, pengendalian diri, serta sportivitas untuk menghormati lawan dan menaati aturan," ucap Dedi.
"Karakter tersebut relevan dengan tuntutan olahraga indoor skydiving yang mengandalkan kemahiran teknis, konsentrasi prima, ketepatan gerak, keseimbangan, serta pengambilan keputusan yang cepat dan presisi," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, dia turut mengapresiasi torehan prestasi atlet skydiving Indonesia beberapa tahun ke belakang. Termasuk pada ajang Kejuaraan 5th FAI World Cup of Indoor Skydiving 2024 yang digelar di Makau, China kontingen Brimob Polri yang memperkuat Timnas Indonesia sukses membawa pulang medali perak dan perunggu tingkat Asia, serta menempati posisi ke-5 dunia.
"Dengan rekam jejak prestasi dan perluasan jejaring kompetisi ini, Kapolri Cup kedua diharapkan menjadi akselerator pembinaan atlet, pemecahan rekor-rekor baru, serta penguatan daya saing dirgantara Indonesia di kancah global," imbuhnya.
Menutup sambutannya, mantan Kadiv Humas Polri ini menekankan tiga pesan penting bagi seluruh pihak yang terlibat. Pertama, dia meminta para atlet menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan turnamen sebagai jembatan persahabatan antarnegara.
Kedua, panitia dan personel pengamanan diinstruksikan memberikan pelayanan serta pengamanan terbaik demi menjaga citra positif Indonesia sebagai tuan rumah ajang internasional.
"Ketiga, kepada seluruh pihak yang terlibat, jaga semangat kolaborasi yang telah terbangun dalam kejuaraan ini. Keberhasilan penyelenggaraan tidak hanya diukur dari kelancaran pertandingan, tetapi juga dari kemampuan kita menjadikan kegiatan ini sebagai momentum memperkuat pembinaan dan meningkatkan kualitas olahraga dirgantara Indonesia ke depan," pungkas Dedi.
Tercatat sebanyak 382 peserta yang tergabung dalam 156 tim ikut dalam kejuaraan ini. Dari total tersebut, diantaranya berasal dari Indonesia, China, Korea Selatan, Singapura, Thailand, Malaysia, Jepang, Belanda, Rusia, dan Jerman.
Sementara itu, untuk level nasional, perlombaan ini diikuti oleh jajaran personel Korbrimob Polri, Satbrimob daerah se-Indonesia, atlet dari tiga matra TNI (AD, AL, dan AU), hingga komunitas penerjun payung Tanah Air.
(ond/dwr)