×
Ad

Gus Ipul Ajak SDM PKH Perkuat Pemutakhiran Data Penerima Bansos

Dea Duta Aulia - detikNews
Rabu, 16 Sep 2026 09:29 WIB
Foto: Kemensos
Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengajak ribuan sumber daya manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH), operator data desa, dan pilar-pilar sosial se-Sulsel untuk memperkuat pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos).

Melalui agen perlindungan sosial (Perlinsos), mereka diharapkan membantu masyarakat yang layak mendapatkan bansos agar tercatat dalam sistem. Hal itu diungkapkan Gus Ipul dalam agenda Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial di Aula Arafah, Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (15/9/2026).

"Bekerja itu harus dimulai dengan data yang akurat agar sasarannya tepat," kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

Dia mengatakan perbaikan data juga menjadi perhatian khusus dalam penanganan temuan terkait judi online. Kemensos kerap menemukan kasus identitas penerima bantuan dimanfaatkan oleh orang lain untuk hal di luar tujuan bansos. Di Sulawesi Selatan, misalnya, tercatat sebanyak 25.214 keluarga penerima manfaat (KPM) terindikasi terkait aktivitas judi online.

"Jadi, banyak sekali kasus yang kita temukan, di mana lansia, sebatang kara, tidak dapat bansos, tetapi ternyata KTP-nya dimanfaatkan orang lain. Nah, yang seperti ini kita dalami, kita telusuri, dan tetap kita beri bantuan sambil kita luruskan KTP yang dimanfaatkan orang lain," jelasnya.

Oleh karena itu, dalam proses perbaikan data, Gus Ipul membuka ruang seluas-luasnya bagi SDM PKH, operator data desa, pemerintah desa, hingga masyarakat untuk menyampaikan usulan dan koreksi.

"RT, RW bisa mengoreksi sekarang. Kepala desa lewat operator data desa boleh. Setiap orang boleh mengoreksi, boleh usul, boleh sanggah," ungkapnya.

Gus Ipul menegaskan bahwa masyarakat tetap dapat mengajukan sanggahan apabila terdapat kekeliruan pengelompokan desil.

"Kalau ada kesalahan desil, kita masih sangat memberikan kesempatan untuk melakukan sanggahan atau juga mungkin diusulkan kembali untuk mendapatkan bansos. Karena memang belum semua data itu kita lakukan ground check," ujarnya.

Untuk memperluas partisipasi masyarakat, Gus Ipul mengajak para pendamping dan unsur pilar sosial di seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan ikut mengampanyekan agen Perlinsos. Ajakan tersebut juga terbuka bagi RT/RW, karang taruna, komunitas, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

"Siapa pun bisa, para wartawan juga bisa. Agen Perlinsos ini menjadi relawan. Tidak ada upah, tidak ada gaji, tidak ada honor," tutur Gus Ipul.

Dia menekankan bahwa agen Perlinsos bertugas membantu proses pengusulan. Data yang masuk tetap melalui verifikasi sistem dan validasi Badan Pusat Statistik (BPS).

"Untuk itu, mari kita sukseskan Gerakan Nasional Peduli Tetangga. Kita mulai dari yang dekat. Kita mulai dari tetangga-tetangga kita, saudara-saudara kita," tutupnya.

Selain ajakan secara verbal, kegiatan Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk Perlindungan Sosial juga dilengkapi sesi pemutaran video pengenalan agen Perlinsos dan tata cara menjadi agen Perlinsos. Materi tersebut melengkapi ajakan kepada peserta agar berpartisipasi dalam membantu masyarakat mengakses perlindungan sosial.

Rangkaian acara juga semakin lengkap dengan pemutaran video Cahaya yang Menginspirasi, penampilan baris variasi, pertunjukan tari, pidato empat bahasa, serta paduan suara dari siswa dan siswi Sekolah Rakyat.

Kegiatan ini juga dihadiri seribuan peserta yang terdiri atas SDM Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (Tagana), operator data desa, Karang Taruna, Pekerja Sosial Masyarakat (PSM), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), dan Pelopor Perdamaian se-Sulsel.

Tonton juga video "Gus Ipul Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar ke-35 NU"




(ega/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork