×
Ad

NasDem Minta BGN Putus Kontrak SPPG yang Kerap Bermasalah

Anggi Muliawati - detikNews
Jumat, 04 Sep 2026 07:10 WIB
Foto: Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago (Afzal Nur Iman/detikJateng)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR sekaligus Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago meminta Badan Gizi Nasional (BGN) tak hanya memberikan sanksi suspend kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bermasalah dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mengatakan SPPG yang berulang kali bermasalah hingga mengancam keselamatan layak diputus kontraknya.

"Jika sudah mengancam nyawa dan sudah beberapa kali bermasalah sebaiknya diputus kontraknya," kata Irma kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

Irma mengatakan SPPG yang tidak memenuhi standar harus segera disuspend. Menurutnya, SPPG yang bermasalah tak boleh dibiarkan karena bisa menjadi persoalan serius di kemudian hari.

"Saya minta BGN suspend SPPG yang tidak sesuai standard, karena akan menjadi bom waktu dan tidak boleh pandang bulu punya siapa pun SPPG tersebut," ujarnya.

Irma juga meminta BGN bergerak cepat untuk mengganti SPPG yang tidak memenuhi persyaratan dengan SPPG lain yang telah memenuhi standar. Menurutnya, SPPG yang telah memenuhi persyaratan bisa mengambil alih pelayanan dari SPPG yang bermasalah.

"Sementara BGN harus kerja cepat juga, SPPG yang sudah bangun 100% dengan syarat yang terpenuhi, laik higienis, luas SPPG, IPAL dan memiliki koki yang tersertifikasi serta lingkungan SPPG yang bersih harusnya bisa mengganti kan SPPG yang tidak sesuai persyaratan dan sudah beroperasi lebih dari satu tahun (minimal mereka sudah balik modal)," tuturnya.

Diketahui, ratusan santri di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, diduga keracunan setelah menyantap menu MBG. BGN menyebut jumlah santri yang keracunan mencapai 512 orang.

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN) Ketut Sumedana mengungkap penyebab ratusan santri tersebut keracunan setelah menyantap menu MBG. Ketut mengatakan ada kelalaian pada standard operating procedure (SOP) pendistribusian MBG.

"Itu karena ketidakdisiplinan daripada SPPG dan pendistribusian. Jadi seharusnya itu loading 4 jam selesai dari masak langsung dibagikan. Tapi faktanya di lapangan lebih dari 4 jam," kata Ketut kepada wartawan, Kamis (3/9).

"Nah itulah yang menyebabkan keracunan, karena MBG ini kan nggak pakai pengawet. Jadi mudah dia basi. Mudah bakterinya cepat berkembang," lanjutnya.

Selain di Sidoarjo, peristiwa keracunan MBG juga terjadi SMAN 1 Lasem (Smanel). Sebanyak 750 murid dan guru diduga keracunan menu MBG.

Dilansir detikJateng, Kamis (3/9), kegiatan belajar mengajar (KBM) dihentikan lebih cepat gara-gara peristiwa itu. Para murid dipulangkan. Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, menjelaskan para murid dan guru mengalami mual dan diare sekitar pukul 09.00 WIB.

"Akhirnya saya menyuruh agar tiap kelas didata yang mengalami diare itu. Setelah didata ada 20-31 orang dalam satu kelas. Sampai 33 kelas itu total 725 anak yang diare dan guru ada 25 orang. Kalau total jumlah murid itu ada 1.174, guru 95 orang," jelas Juhartutik.

Simak juga Video: BGN Pastikan Polisi Selidiki Dapur MBG Penyebab Keracunan




(amw/lir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork