×
Ad

Sempat Depresi Saat Awal Dibui, Kini Eks Napi Ini Rintis Usaha Konfeksi Rumahan

Audrey Santoso - detikNews
Kamis, 20 Agu 2026 08:37 WIB
Mantan napi, Fajar, merintis usaha konfeksi usai bebas bersyarat. (Audrey/detikcom)
Jakarta -

Satu mesin jahit bekas seharga Rp 1,5 juta menjadi teman Fajar dalam mengupayakan impiannya memiliki bisnis konfeksi. Dua bulan pascabebas bersyarat dari Lapas Kelas II Garut, Jawa Barat, ia memulai kembali kehidupannya dengan bekal keahlian produksi produk konfeksi yang didapat dari balik tembok lapas.

Mesin itu dibelikan mertuanya. Pada pagi hingga sore hari, ia bekerja di sebuah usaha konfeksi milik orang lain, dan baru selepas Magrib hingga sekitar pukul 22.00 WIB, mesin jahit di rumahnya kembali bekerja untuk menyelesaikan pesanan kecil-kecilan yang dia terima secara pribadi.

"Untuk sekarang saya sehari-hari kerja di konfeksi, jadi orderan jahit, permak kalau di rumah itu saya kerjakan sesudah saya selesai kerja yang untuk konfeksi, misalnya setelah Magrib sampai jam 22.00 WIB," kata Fajar saat ditemui detikcom di halaman depan Lapas Kelas II Garut usai lapor pembebasan bersyarat, Rabu (19/8/2026).

Fajar, mantan napi, merintis usaha konfeksi usai bebas bersyarat. (Foto: Audrey/detikcom)

Fajar menceritakan debut pertamanya adalah ketika seorang saudara minta dibuatkan satu setel almamater, lengkap dengan rompi dan celana. Fajar hanya meminta Rp 150 ribu.

"Namanya kasih harga ke saudara, ya bingung juga karena saya sedang merintis. Saya nggak matok harga, yang penting orang-orang tahu bagaimana kualitas jahitan saya," ujar dia.

Perlahan, lanjut Fajar, pesanan lain datang. Ada yang meminta pakaian dipotong, ada pula yang perlu dipermak. Meski nilainya hanya Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per potong, namun bagi Fajar, setiap pakaian yang datang ke rumah adalah kesempatan untuk mengumpulkan pelanggan.

Dari pekerjaan di konfeksi milik orang lain dan konfeksi rumahan yang dirintisnya di rumah, Fajar mengaku memperoleh penghasilan hampir Rp 4 juta pada bulan pertamanya setelah bebas. Memasuki bulan kedua, dalam satu pekan ia pernah mengantongi lebih dari Rp 1 juta, lalu sekitar Rp 900 ribu pada pekan berikutnya.

"Kalau pendapatan saya kerja di konfeksi sama terima orderan jahit dan permak di rumah mungkin hampir Rp 4 juta dapatlah sebulan pertama kemarin. Bulan kedua ini ada yang seminggu dapat sejuta lebih, minggu berikutnya Rp 900 ribu," ucap Fajar.

Keuntungan itu belum banyak ia gunakan untuk hal lain. Fajar memilih mengumpulkannya sedikit demi sedikit untuk membeli perlengkapan menjahit, seperti penggaris pola dan benang.

"Rencana jangka pendek narik pelanggan dulu, branding kualitas jahitan saya dulu. Ini saya masih kumpulin keuntungan buat modal, beli penggaris pola, benang-benang," tutur dia.




(aud/eva)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork