Prabowo Panggil Kepala dan Wakil Kepala Bakom, Minta Kritik Rakyat Ditampung

Prabowo Panggil Kepala dan Wakil Kepala Bakom, Minta Kritik Rakyat Ditampung

Matius Alfons Hutajulu - detikNews
Minggu, 04 Okt 2026 22:07 WIB
Prabowo memanggil kepala dan wakil kepala Bakom ke kediamannya
Foto: Prabowo memanggil kepala dan wakil kepala Bakom ke kediamannya (Instagram Setkab/@sekretariat.kabinet)
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto memanggil Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Syahganda Nainggolan dan Wakil Kepala Bakom Fadli Tri Hartono di kediamannya. Dia meminta agar Bakom membangun komunikasi lebih dekat hingga meneruskan kritik dari masyarakat.

Pertemuan ini dikonfirmasi langsung lewat Instagram resmi Sekretariat Kabinet, @sekretariat.kabinet, dilihat detikcom, Minggu (4/10/2026). Prabowo disebut bertemu keduanya pada sore tadi.

"Dalam pertemuan tersebut, Presiden berdiskusi mengenai penguatan peran Badan Komunikasi Pemerintah dalam menyampaikan program, hasil, dan manfaatnya kepada masyarakat, sekaligus membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat," tulis Sekretariat Kabinet.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo juga menekankan bahwa komunikasi pemerintah harus mudah diterima dengan menggunakan bahasa yang sederhana. "Bukan hanya menyampaikan apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga menjelaskan arah dan pemikiran di balik setiap kebijakan," imbuh Setkab.

ADVERTISEMENT

Kemudian, Prabowo juga mengingatkan agar Bakom menampung setiap keluhan hingga kritik masyarakat. Prabowo ingin agar kritik tersebut diteruskan langsung ke kementerian dan lembaga terkait.

"Presiden juga mengingatkan agar Badan Komunikasi Pemerintah tidak hanya menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga mendengarkan masukan, keluhan, dan kritik masyarakat untuk kemudian diteruskan kepada kementerian dan lembaga terkait, termasuk kepada Presiden," tutur Setkab.

Pertemuan juga diharapkan dapat memperkuat komunikasi pemerintah yang lebih terbuka, dialogis, dan berkesinambungan antara pemerintah, media, dan masyarakat. "Dengan demikian, setiap kebijakan dan pemikiran Presiden dapat dipahami secara utuh, sekaligus memastikan suara dan aspirasi masyarakat dapat didengar oleh pemerintah," lanjut Setkab.

(maa/azh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini