×
Ad

Nasib 2 JPO 'Dekat tapi Tak Jadian' di Rasuna Said

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 05 Agu 2026 06:36 WIB
Foto: Penampakan dua JPO deketan tapi tak nyambung di Rasuna Said Jaksel (Kurniawan/detikcom)
Jakarta -

Keberadaan dua jembatan penyeberangan orang (JPO) yang berdekatan tapi tak tersambung di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, mendapat sorotan dari banyak pihak lantaran dianggap membuat orang harus berjalan lebih jauh. Gubernur Jakarta Pramono Anung pun menindaklanjuti nasib dari dua JPO tersebut.

Dilihat detikcom, Selasa (4/8/2026), warga dari halte bus TransJakarta mengeluhkan harus naik ke JPO yang tersambung dengan LRT Rasuna Said untuk turun ke trotoar. Hal itu dikeluhkan karena pengguna JPO harus berjalan lebih jauh.

Padahal ada JPO lama yang posisinya sangat dekat dengan jalur naik turun dari halte Transjakarta ke Stasiun LRT Rasuna Said. Pengunggah video viral di media sosial pun mempertanyakan mengapa JPO itu tidak terhubung dengan jalur naik-turun halte TJ dengan Stasiun LRT agar mempersingkat perjalanan.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan JPO lama merupakan fasilitas penyeberangan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sementara JPO yang berada tepat di sebelahnya merupakan JPO integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas perpindahan warga dari Stasiun LRT Jabodebek dan Halte TransJakarta.

"Sebelum halte Transjakarta dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek, JPO eksisting juga menjadi akses langsung menuju halte. Namun, setelah halte dipindahkan, akses menuju halte dilakukan melalui JPO integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek," kata Wenny.

Wenny mengatakan JPO yang terintegrasi dengan stasiun LRT itu juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum untuk menyeberang jalan. Menurutnya, JPO integrasi memiliki area tidak berbayar (unpaid area), sehingga warga yang tidak menggunakan layanan LRT maupun Transjakarta tetap dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.

"JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya yang membutuhkan kemudahan akses," ujarnya.


(dwr/fca)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork