Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di dekat Halte Transjakarta Rasuna Said viral karena ada dua dan berdekatan tapi tak saling tersambung. Begini penampakannya.
Pantauan detikcom di lokasi, Selasa (4/8/2026), JPO ini posisinya memang bersebelahan dengan JPO yang tersambung dengan Halte Transjakarta dan Stasiun LRT. Namun, tepat di tengah-tengah JPO, terdapat pagar sudah dipasang untuk menutup akses ke Halte Transjakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Dua JPO di Rasuna Said berdekatan tapi tak saling berhubungan (Kurniawan Fadilah) |
Pada bagian yang ditutup ini pun bisa dilihat, jika JPO Rasuna Said ini memiliki perbedaan tinggi dengan JPO milik LRT Rasuna Said. Terdapat juga jarak antara JPO ini dengan JPO LRT Rasuna Said.
JPO ini memang sudah lebih dulu dibangun. JPO ini selain untuk akses menyeberang, juga menjadi akses bagi pengguna Transjakarta ke Halte Rasuna Said.
Foto: Dua JPO di Rasuna Said berdekatan tapi tak saling berhubungan (Kurniawan Fadilah) |
Tetapi sejak adanya Stasiun LRT Rasuna Said, akses JPO ini menuju ke Halte Transjakarta ditutup dan dialihkan menggunakan JPO milik Stasiun LRT Rasuna Said. Jarak dari JPO ini menuju JPO LRT Rasuna Said berdekatan.
JPO ini pun masih berfungsi bagi masyarakat yang hanya ingin menyeberang dari gedung Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan (Kemenimipas) menuju ke Plasa Festival maupun sebaliknya. Supaya warga tidak bingung, JPO ini pun dilengkapi dengan papan informasi yang tergantung di bagian atas pada akses awal tangga.
Pemprov Beri Penjelasan
Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan JPO lama merupakan fasilitas penyeberangan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Sementara, JPO yang berada tepat di sebelahnya merupakan JPO integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas perpindahan warga dari Stasiun LRT Jabodebek dan Halte TransJakarta.
"Sebelum halte TransJakarta dipindahkan ke bawah Stasiun Terintegrasi LRT Jabodebek, JPO eksisting juga menjadi akses langsung menuju halte. Namun setelah halte dipindahkan, akses menuju halte dilakukan melalui JPO integrasi yang dibangun oleh pihak LRT Jabodebek," kata Wenny.
Wenny mengatakan JPO yang terintegrasi dengan stasiun LRT itu juga dapat dimanfaatkan masyarakat umum untuk menyeberang jalan. Menurutnya, JPO integrasi memiliki area tidak berbayar (unpaid area), sehingga warga yang tidak menggunakan layanan LRT maupun TransJakarta tetap dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
"JPO integrasi terdapat area tidak berbayar (unpaid area) sehingga dapat digunakan oleh masyarakat umum untuk menyeberang. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan lift untuk memudahkan akses masyarakat, khususnya penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, serta pengguna lainnya yang membutuhkan kemudahan akses," ujarnya.
Dia juga merespons usulan agar kedua JPO tersebut disambungkan. Menurut Dinar, rencana tersebut memerlukan kajian teknis dari pihak LRT Jabodebek sebagai pemilik sekaligus pengelola JPO integrasi.
Selain itu, katanya, terdapat perbedaan ketinggian lantai sekitar 75 cm antara kedua JPO. Sementara, katanya, jarak antara kedua JPO itu hanya sekitar 60 cm.
"Kondisi tersebut tidak memungkinkan untuk membangun tangga maupun ramp yang memenuhi persyaratan keselamatan, keamanan, kenyamanan, serta standar aksesibilitas bagi pengguna," jelasnya.
"Kami mengimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas penyeberangan yang tersedia dan selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas," sambungnya.
Tonton juga video "Anggaran Bangun JPO Tendean Belum Ada, Pramono Bilang Gini..."
(kuf/dek)











































