×
Ad

Pengakuan Febrie soal Rumah Sentul TKP Brankas Kini Ditelisik Polisi

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2026 11:43 WIB
Foto: Rumah di Sentul digeledah polisi (ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH).
Jakarta -

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengakui rumah di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, berisi 74 kg emas miliknya. Pengakuan Febrie Adriansyah itu kini ditelisik Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri.

Dirangkum detikcom, Sabtu (11/7/2026), penemuan brankas isi 74 kg emas dan uang rupiah, dolar AS serta Singapura sekitar Rp 282,4 miliar itu diungkap saat Kortas Tipikor Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penggeledahan terkait tiga kasus korupsi. Kasus korupsi yang tengah diusut, yakni korupsi batu bara, ASABRI dan Krakatau Steel.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel menjadi atensi Presiden Prabowo Subianto. Penggeledahan pun dilakukan di Cafe de'Clan, money changer, rumah di Sentul hingga ruko di Jakarta Selatan.

"Ini merupakan atensi Bapak Presiden untuk dugaan-dugaan kasus korupsi menjadi perhatian kepolisian untuk melaksanakan pengungkapan dan proses penyidikan. Rangkaian penggeledahan ini bagian dari proses penyidikan di dalam mencari, mengumpulkan barang bukti untuk pemenuhan dalam proses penyidikan," kata Budi Hermanto seusai penggeledahan di Cafe de'Clan, Cipete, Jakarta Selatan, Rabu (8/7).

Budi mengatakan penggeledahan bagian dari pengungkapan dugaan korupsi batu bara yang memicu blackout di Sumatera beberapa waktu lalu, ASABRI, dan Krakatau Steel. Kasus korupsi yang diusut meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang.

"Dari Kortas Tipikor bersama Polda Metro Jaya dalam melakukan penyidikan dugaan kasus korupsi meliputi suap, gratifikasi, dan pencucian uang. Ada beberapa lokasi saat ini secara serempak dilaksanakan rangkaian penggeledahan, termasuk di lokasi sekarang di Cafe de'Clan dan Coin Money Changer. Ini kaitan tentang dugaan korupsi blackout batu bara PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel," ujarnya.

Saat melakukan penggeledahan di Sentul, polisi menemukan brankas berisi 74 kg emas hingga ratusan miliar rupiah. Kakortastipidkor Polri, Irjen Totok Suharyanto pada Kamis (9/7) mengatakan barang bukti tersebut ditemukan dalam brankas terkunci dan tersimpan di dalam tujuh koper. Adapun uang asing yang ditemukan dalam pecahan dolar AS dan Singapura.

"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kg emas batangan, kemudian USD 4.767.300. Kemudian SGD 14.083.800, kemudian Rp 100 juta. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok di Perumahan Bogor Golf Hijau.




(whn/dhn)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork