Rumah Dilempari Molotov, Pengacara di Jaktim Duga Hal Ini Jadi Pemicu

Rumah Dilempari Molotov, Pengacara di Jaktim Duga Hal Ini Jadi Pemicu

Devi Puspitasari - detikNews
Minggu, 05 Jul 2026 13:15 WIB
Rumah pengacara di Jaktim dilempar bom molotov. Dia menduga peristiwa itu berkaitan dengan kasus yang ditanganinya soal sengketa lahan. (Dok. Istimewa/repro)
Rumah pengacara di Jaktim dilempar bom molotov. Dia menduga peristiwa itu berkaitan dengan kasus yang ditanganinya soal sengketa lahan. (Dok. Istimewa/repro)
Jakarta -

Rumah seorang pengacara bernama Sulardi di kawasan Ciracas, Jakarta Timur (Jaktim), dilempari bom molotov oleh orang tak dikenal (OTK). Dia menduga peristiwa itu berkaitan dengan kasus yang ditanganinya soal sengketa lahan.

"Kalau dugaan saya itu ada kaitan sengketa lahan itu di Kebon Jeruk itu. Saya demi membantu ya masyarakat yang punya hak kemudian haknya itu dikuasai orang lain gitu lho. Nah, itu gambarannya seperti itu," ujar Sulardi saat dihubungi wartawan, Minggu (5/7/2026).

Dia mengatakan sudah ada putusan dari Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar) terkait sengketa lahan itu. Sulardi bersama tim kuasa hukum tengah mencoba mengembalikan hak kliennya atas tanah tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Putusan sudah inkrah, kemudian kita mencoba untuk menguasai tanah milik klien saya bersama teman-teman, kan gitu. Ceritanya masalahnya itu aja. Awalnya insyaallah seperti itu," tambahnya.

Sulardi mengatakan tak memiliki masalah sebelumnya. Dia menduga pelemparan molotov oleh OTK di depan rumahnya berkaitan dengan masalah sengketa lahan yang ditanganinya.

"Betul, betul (diduga karena sedang menangani perkara tersebut). Dugaannya seperti itu karena memang sebelumnya saya juga nggak pernah ada masalah. Saya kerja biasa-biasa aja, tapi ya belakangan ini. Terkait dengan objek itu kok ada pihak sana pihak sini yang kemudian mengondisikan situasi sehingga ya terjadilah seperti kemarin di rumah saya itu," ungkapnya.

Kecuriagaan soal Pelaku

Sulardi mengatakan pelemparan molotov oleh OTK di kediamannya, Ciracas, Jaktim, itu terjadi pada Kamis (3/7), pukul 02.30 WIB. Dia mengatakan pada Senin (29/6), tetangga sempat curiga ada pihak yang mondar-mandir kediamannya.

"Itu hari Senin malam itu ya memang ada pihak-pihak yang dicurigai oleh tetangga-tetangga itu, oleh teman-teman yang pada nongkrong di depan itu mencurigailah itu bukan orang lama, orang baru gitu lho, orang asing," tuturnya.

Dia mengatakan ada pihak yang bertanya-tanya kepada tetangga sekitar. Namun tetangganya tak ada yang mengenal pihak tersebut.

"Memperhatikan situasi, mondar-mandir, lihat situasi lingkungan, kemudian bertanya sana bertanya sini. Seolah-olah itu dia akan ada yang mencari sesuatu, membeli sesuatu. Tapi indikasinya itu tidak dikenal oleh tetangga itu, tetangga-tetangga dan teman-teman itu enggak mengenal siapa mereka gitu," ungkapnya.

Saat kejadian, Sulardi mengaku bangun pukul 02.00 WIB untuk salat. Tetangga kemudian teriak dan memanggilnya setelah OTK melempar molotov.

"Nah, kemudian pas kebetulan saya bangun jam 02.15 WIB ya, jam 02.15 itu setelah saya mau persiapan mau mandi, ternyata ada yang teriak-teriak dari luar, manggil-manggil. 'Pak Haji, Pak Haji, Pak Haji'. Nah, kemudian saya keluar. Begitu saya keluar kok ada api menyala," ungkapnya.

Dia mengatakan imbas kejadian itu, gerbang rumahnya ikut terbakar. Dia mengatakan api bisa dipadamkan dan tidak merembet.

"Hanya pintu gerbang aja, pintu gerbang (terbakar) terkena pintu gerbang. Cuma karena minyaknya itu di bawah, yang terbakar itu bagian bawah," ungkapnya.

Polisi Cek CCTV

Sebelumnya diberitakan, polisi masih menyelidiki kasus pelemparan bom molotov di rumah seorang pengacara bernama Sulardi di kawasan Ciracas, Jaktim. Saat ini, polisi tengah menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memburu pelaku.

"Iya, tentu polisi melakukan pengecekan CCTV di lokasi tersebut," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Made Budi, saat dimintai konfirmasi, Sabtu (4/7).

Made mengatakan dua orang saksi telah diperiksa terkait kasus ini. Berdasarkan keterangan saksi, pelemparan bom molotov tersebut diduga dilakukan oleh dua orang yang berboncengan sepeda motor.

"Menurut keterangan para saksi yang berada di tempat kejadian, tindakan dilakukan oleh dua orang diduga pelaku yang menggunakan sepeda motor dengan membawa botol berisi bahan yang diduga bom molotov," ujarnya.

Lihat juga Video: Heboh Emak-emak Lempar Bom Molotov ke Toko Emas di Makassar

Halaman 2 dari 2
(dvp/jbr)


Berita Terkait