×
Ad

Disaksikan Prabowo dan Lukashenko, RI-Belarus Teken Kerja Sama Budaya

Annisa Sekar Melati - detikNews
Jumat, 03 Jul 2026 12:44 WIB
Foto: Kemenbud
Jakarta -

Pemerintahan Republik Indonesia dan Republik Belarus resmi menandatangani Memorandum Saling Pengertian (MSP) tentang Kerja Sama di Bidang Kebudayaan. Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia di kancah global.

"Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia terus memperkuat diplomasi budaya sebagai salah satu pilar hubungan internasional. Kebudayaan merupakan sumber soft power Indonesia yang mampu membangun kepercayaan, mempererat persahabatan, serta membuka ruang kerja sama yang saling menguntungkan dengan berbagai negara. Penandatanganan MSP ini menjadi pondasi penting untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan antara Indonesia dan Belarus melalui seni, warisan budaya, dan kreativitas," ujar Menbud Fadli Zon dalam keteranganya, Jumat (2/7/2026).

Penandatanganan dokumen kerja sama tersebut dilakukan oleh Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon dan Menteri Luar Negeri Republik Belarus Maxim Ryzhenkov. Momen penting ini disaksikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (2/7).

Kesepakatan ini menjadi salah satu hasil konkret dari rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko ke Tanah Air. Langkah ini menegaskan komitmen kedua negara untuk menjadikan kebudayaan sebagai pilar penting kemitraan strategis. MSP ini juga menjadi landasan kolaborasi yang lebih terstruktur dan saling menguntungkan demi mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people relations).

Fadli berharap, implementasi kesepakatan ini tidak hanya sebatas dokumen, melainkan dapat melahirkan program-program nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat kedua negara.

"Melalui kerja sama ini, kita ingin mempertemukan para seniman, pekerja budaya, museum, lembaga seni, akademisi, dan komunitas kreatif kedua negara untuk saling belajar, berkarya, dan berinovasi. Inilah esensi diplomasi budaya: membangun kedekatan antarmasyarakat yang pada akhirnya memperkuat hubungan antarnegara. Kami berharap implementasi MSP ini akan melahirkan berbagai program konkret yang semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan budaya dunia," tambahnya.

Adapun ruang lingkup MSP ini mencakup berbagai sektor kebudayaan. Mulai dari pengembangan jejaring seni pertunjukan, teater, perfilman, organisasi seniman, hingga pameran museum dan festival film internasional.

Selain itu, kerja sama ini membidik peningkatan kapasitas seniman melalui lokakarya dan residensi, perlindungan dan restorasi warisan sejarah, serta pelestarian cerita rakyat, seni rupa, tari tradisional, musik tradisional, dan kerajinan tangan.

Guna memastikan kesepakatan ini berjalan efektif, RI dan Belarus akan membentuk Kelompok Kerja Bersama (Joint Working Group). Tim ini bertugas merancang, memfasilitasi, serta mengevaluasi program kerja yang berkelanjutan. MSP ini akan berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang secara otomatis sesuai kesepakatan.

Bagi Indonesia, kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat diplomasi melalui soft power, dengan memanfaatkan kekayaan warisan budaya, seni, dan kreativitas sebagai aset strategis bangsa.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat posisi Indonesia di kancah global, diplomasi budaya diharapkan menjadi kekuatan yang mampu memperluas pengaruh positif Indonesia, membangun kemitraan internasional yang inklusif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pelaku budaya kedua negara.

Lihat juga Video 'Satir Komersialisasi Budaya Sarawak Lewat Tapestry Digital':




(ega/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork