Sejumlah massa mahasiswa di beberapa daerah menggelar demonstrasi. Massa aksi menyoroti program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga kondisi fiskal negara.
Aksi ini salah satunya digelar oleh kelompok mahasiswa dari berbagai kampus di Surabaya. Mereka berdemo di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo. Mereka langsung berorasi menyuarakan tuntutannya, salah satunya terkait program MBG.
Para mahasiswa antara lain dari Universitas Airlangga, Universitas Bhayangkara, Universitas Wijaya Kusuma, Universitas Telkom, Universitas 17 Agustus, Universitas Islam Sunan Ampel Surabaya, serta Universitas Negeri Surabaya.
Pantauan detikJatim, Rabu (17/6/2026), massa aksi tiba di Grahadi sekitar pukul 13.50 WIB. Mereka terlihat mengenakan jaket almamater masing-masing kampus. Koordinator Umum Aliansi BEM Surabaya (ABS), Nasrawi Ibnu Dahlan, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa untuk menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
"Mahasiswa tidak boleh diam ketika rakyat semakin terimpit oleh berbagai persoalan ekonomi, demokrasi, lingkungan, dan hak asasi manusia. Aksi ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada kepentingan rakyat serta upaya menjaga cita-cita reformasi agar tidak terus mengalami kemunduran," tegas Nasrawi.
Demo di Malang
Aksi demo juga digelar oleh massa mahasiswa di Kota Malang. Mereka berdemo di depan gedung DPRD Kota Malang.
Dari pantauan detikJatim, pada Rabu (17/6/2026) pukul 13.30 WIB, ratusan orang mengenakan dress code hitam berkumpul di depan gedung DPRD Kota Malang. Salah satu tuntutan massa adalah soal evaluasi MBG.
"MBG menjadi rumah-rumah tikus di Indonesia. Teman-teman sekalian, program yang katanya populis, program yang katanya efektif, sekarang menjadi sarang-sarang tikus. Kami meminta untuk Badan Gizi Nasional, terutama yang ada di Kota Malang, untuk mengevaluasi program MBG. Jangan sampai menjadi ruang-ruang bagi tikus yang serakah," terang salah satu orator dikutip detikJatim, Rabu (17/6/2026).
(rdp/rdp)