Ketua Dewan Ekonomi Naional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai hasil survei ke ratusan titik Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) program Makan Bergizi Gratis (MBG). Luhut menyebut survei independen oleh DEN itu dilakukan terhadap 800 titik SPPG.
"Setelah kami dipanggil oleh Presiden, saya kira penjelasan pertama adalah hasil survei yang dilakukan oleh Dewan Ekonomi mengenai pelaksanaan makan bergizi yang kita lakukan di 800 titik, jadi betul-betul dengan profesional. Jadi kita harus, kami di DEN menjaga betul kredibilitas kami dan itu kami laporkan ke Presiden detail," kata Luhut usai pertemuan, Selasa (9/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota DEN Septian Hario Seto menjelaskan survei dilakukan secara acak di berbagai daerah, seperti Nias Selatan, Halmahera, dan Papua. Seto mengatakan survei menunjukkan hasil positif bahwa tiap SPPG setidaknya memiliki satu pemasok kecil.
"Tadi Bapak Ketua sudah menyampaikan ada 800 titik yang kita pilih secara random sampling. Jadi ini komputer yang memilih sampelnya ya. Jadi ada yang di Nias Selatan, ada yang di Halmahera, ada yang di Papua, segala macam," kata Seto.
"Jadi ini bisa digambarkan, merepresentasikan dari total keseluruhan populasi SPPG yang ada. Hasil pertama yang kami melihat positif adalah bahwa ada 86,9% dari SPPG yang ada saat ini itu paling tidak memiliki satu supplier kecil. Jadi ini adalah UMKM yang memang ada di dekat lokasi dari SPPG tersebut," sambungnya.
Seto mengatakan, secara rata-rata, SPPG memiliki tiga UMKM yang menjadi pemasok. Hal ini menunjukkan bahwa pelaksanaan program MBG sesuai keinginan Prabowo agar ekosistem pemasok lokal dapat terbentuk.
"Kalau dihitung secara rata-rata ada 3 UMKM yang digandeng oleh SPPG ini. Jadi ini membuktikan bahwa program MBG ini selain tadi mencapai tujuan Bapak Presiden untuk perbaikan gizi dari anak-anak Indonesia, ini juga menciptakan ekosistem supply chain yang baru. Nah, yang lebih menarik ada sekitar 64-65% sektor UMKM-nya ini berada di dalam satu kabupaten di mana SPPG itu berada," katanya.
Selain itu, lanjut Seto, temuan survei menunjukkan SDM sekitar diberdayakan menjadi tenaga kerja dalam pelaksanaan program ini.
"Yang ketiga temuan kita adalah tenaga kerja, itu hampir 99% memang dari warga sekitar. Jadi kepuasan terhadap performance dari UMKM ini juga cukup besar, hampir mencapai di atas sekitar 70%," katanya.
Meski begitu, Seto mengatakan ada hal-hal yang perlu menjadi perhatian pemerintah. Salah satunya penyediaan bantuan permodalan kepada UMKM yang menjadi pemasok SPPG.
"Memang ada beberapa hal yang bisa ditingkatkan adalah terutama bantuan permodalan untuk yang UMKM ini. Jadi mereka bisa mempunyai modal kerja yang lebih bagus, akhirnya bisa melayani SPPG-nya lebih banyak, komoditasnya juga lebih beraneka ragam," kata Seto.
"Jadi ini kami juga melihat ini juga menjadi salah satu pendorong kenapa kemarin pertumbuhan kita mencapai 5,61%," pungkasnya.
Diketahui, Luhut menghadap Prabowo di Istana pada Selasa sore. Dia datang bersama beberapa anggota DEN, yakni Chatib Basri, Septian Hario Seto, dan Firman Hidayat.
(fca/dek)










































