RT 11 RW 07, Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, mendapatkan apresiasi dari Polda Metro Jaya atas berbagai inovasi sistem keamanan lingkungan yang diterapkan. RT 11 ini dinilai menjadi role mode lingkungan aman di Jakarta.
Ketua RT 11 Imam Basori mengatakan apresiasi Polda Metro Jaya ini disampaikan ketika jajaran Polda Metro Jaya berkunjung ke lingkungannya. Mulanya, Polda Metro ingin memastikan wujud kebenaran dari inovasi keamanan yang terpasang di RT 11.
"Iya betul (dapat apresiasi). Jadi memang kemarin, Polda Metro datang ke lingkungan kita, melihat langsung bagaimana situasi dan kondisinya di lapangan, riil nyata kah, atau cuma viral semata," jelas Imam saat ditemui detikcom di Pos Satkamling RT 11, Sabtu (9/5/2026).
"Dan alhamdulillah Polda Metro menyebut lingkungan kita bisa dijadikan contoh, role model lingkungan aman," sambungnya.
Di lain sisi, kata Imam, ada beberapa pesan yang turut disampaikan oleh jajaran Polda Metro saat berkunjung. Katanya, inovasi keamanan yang sudah dibentuk oleh masyarakat RT 11 wajib dijaga secara konsisten.
"Satu hal juga yang digarisbawahi oleh Polda Metro bahwa lingkungan ini harus bisa dijaga secara konsisten dan transparan, agar masyarakat juga aman nyaman," kata dia.
Imam mengungkap motivasi membuat inovasi dalam meningkatkan keamanan di lingkungannya. Menurutnya, keamanan lingkungan menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
"Motivasi yang utama ya, di dalam lingkungan itu yang utama itu harus posisi fondasinya ya, fondasinya itu harus aman dulu. Setelah fondasi aman tadi sudah tercapai, nah kita masuk menginjak kenyamanan. Harus nyaman setelah sudah nyaman baru bisa berkembang, berkembang ke bidang lainnya," tutur Imam.
Imam, yang juga merupakan perwira Polri di Intelkam Mabes Polri dengan pangkat iptu, sudah paham betul mengenai bagaimana menjaga keamanan. Sebabnya, sebagai insan Bhayangkara, dia mencoba mengimplementasikan ilmu yang dimiliki dalam memberikan pelayanan dan pengayoman dari lingkup paling kecil yakni warganya.
"Ini juga jadi bagian implementasi kita sebagai kepolisian dalam melayani dan mengayomi masyarakat. Ilmu-ilmu yang kita dapat di kepolisian wajib kita pedomani dalam hidup bermasyarakat," jelas Imam.
"Dengan menciptakan lingkungan yang aman tentu ini sebagai wujud nyata kita melayani dan mengayomi masyarakat," lanjutnya.
Meski disibukkan dengan kegiatan dinas di kepolisian, Imam mengaku tak masalah. Dia menganggap menjadi RT sama saja seperti menjalani tugas kedinasan di kepolisian.
"Kita harus bisa ya, harus sama-sama maksimal. Di kantor maksimal, di lingkungan maksimal. Kita jadikan kerjaan di masyarakat juga sebagai tugas, kita dinas di masyarakat," imbuhnya.
Sejauh ini, inovasi yang sudah dibuat oleh Imam dalam meningkatkan keamanan di lingkungannya mulai dari pemasangan e-gate atau gerbang digital, sistem pengawasan CCTV 1x24 jam yang terkoneksi ke smartphone warga, sistem panic button ketika warga mendapati ada masalah di lingkungan, pemberian GPS ke tiap-tiap sepeda motor milik warga yang terpantau dalam ponsel, serta suara imbauan malam untuk mengingatkan warga untuk sama-sama menjaga keamanan yang diberi nama 'Si Jaga Warga'.
Dari semua upayanya dalam meningkatkan keamanan di lingkungan, menjadikan RT 11 sampai saat ini masih zero tindakan kejahatan. Dia menilai semua ini atas kerja sama yang dilakukan oleh warga.
"Dari hasilnya ya alhamdulillah ya, untuk saat ini sampai dari launching sampai sekarang alhamdulillah zero kriminalitas, zero curanmor, zero aktivitas lainnya ya," katanya.
(kuf/lir)