Teka-teki kematian bocah perempuan berusia 4 tahun di Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau akhirnya terungkap. Korban meninggal dunia setelah diperkosa.
Tragisnya, korban ternyata diperkosa oleh kakeknya sendiri. Kini, pria berinisial S (45) itu harus mendekam di balik jeruji untuk mempertanggungjawabkan perbuatan bejatnya itu.
Pelaku awalnya tidak mengakui perbuatannya. Namun, dari bukti-bukti hingga pemeriksaan saksi dan visum et repertum, pelaku tak bisa mengelak lagi dan akhirnya mengakui perbuatan kejinya itu.
Kasus ini mendapatkan atensi dari Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Ia meminta jajaran Satreskrim Polres Rokan Hilir mengusut tuntas kematian bocah tersebut.
Tim Satreskrim Polres Rokan Hilir di bawah pimpinan Kapolres AKBP Isa Imam Syahroni kemudian melakukan penyelidikan. Pelaku ternyata orang terdekat korban, yakni kakeknya sendiri kini telah ditangkap dan ditetapkan jadi tersangka.
Awal Mula Kasus Terbongkar
Peristiwa ini terungkap setelah korban mengalami demam berhari-hari. Setelah melalui perawatan medis, korban dinyatakan meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026).
"Awalnya korban dibawa berobat karena demam tinggi. Sudah diobati tetapi tidak turun-turun juga sampai berhari-hari," kata Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026).
Isa menjelaskan awalnya korban dibawa oleh ibunya ke bidan karena mengalami demam pada Senin (27/4). Saat diperiksa di bidan, korban dinyatakan mengalami dehidrasi dan diberi obat sirop penurun panas.
Setibanya di rumah, si ibu meminumkan obat tersebut, tapi korban tak kunjung membaik. Pada Rabu (29/4), ayah dan ibunya membawa korban ke puskesmas terdekat untuk memeriksakan kembali kondisi putrinya itu.
"Setiba di puskesmas tersebut, anaknya diperiksa dan masih demam. Dan pada saat itu juga ibunya sempat memakaikan diaper kepada anaknya, namun ia belum melihat kejanggalan," jelasnya.
Saat itu korban seharian diinfus di puskesmas. Menjelang malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, orang tuanya membawa korban ke kamar mandi untuk membuka diaper.
Saat itulah keduanya kaget setelah melihat kemaluan korban berdarah. Orang tua korban kemudian memberitahukan hal itu kepada dokter puskesmas.
"Dari hasil pemeriksaan dokter puskesmas, kemaluan korban mengalami kekerasan akibat benda tumpul," imbuhnya.
(mea/jbr)