×
Ad

Pro Kontra Usul Gerbong Wanita Dipindah Usai Kecelakaan Kereta

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 30 Apr 2026 07:30 WIB
Ilustrasi. Gerbong khusus wanita di KRL (Andhika Prasetia/DetikFoto)
Jakarta -

Usulan gerbong kereta rel listrik (KRL) khusus wanita dipindahkan dari ujung memantik pro kontra. Usulan pemindahan gerbong wanita itu muncul pasca-insiden tabrakan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Usulan itu awalnya disuarakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi. Dia mengusulkan agar gerbong KRL wanita diletakkan di tengah rangkaian kereta.

"Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah," kata Arifah kepada wartawan seusai menjenguk korban di RSUD Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Pada kecelakaan yang terjadi Senin (27/4), KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL yang menuju Cikarang dari belakang. Imbas kecelakaan tersebut, Arifah mengusulkan gerbong ujung depan dan belakang diisi penumpang pria.

"Jadi yang laki-laki di ujung. Depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu," kata dia.

Usulan tersebut ramai dibahas di media sosial (medsos) hingga legislator pria dan wanita. Pihak KAI sampai pihak pemerintah juga angkat bicara terkait usulan pemindahan gerbong KRL wanita tersebut.

Pascakecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, petugas gabungan terus melakukan penelusuran terhadap gerbong yang mengalami kerusakan parah, Selasa (28/4/2026). Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada korban yang masih tertinggal di dalam rangkaian kereta yang ringsek. (Nasywa Fauziah/detikcom)

Kecelakaan kereta itu menyebabkan 16 orang meninggal dunia dan 90 orang terluka. Seluruh korban merupakan perempuan karena lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menabrak gerbong khusus perempuan yang ada di bagian paling belakang rangkaian KRL.




(jbr/mei)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork