Kuba - Pemadaman listrik berkepanjangan mengubah kehidupan warga Kuba. Krisis energi membuat pasokan air hingga kebutuhan sehari-hari ikut terganggu.
Foto
Warga Kuba Bertahan di Kondisi Listrik dan Air Langka
Frank Alfonso, warga Havana, Kuba, terpaksa tidur di atap rumah hampir setiap malam untuk menghindari hawa panas akibat pemadaman listrik yang semakin sering terjadi. Namun, hujan yang turun saat jaringan listrik nasional kembali kolaps membuatnya kehilangan satu-satunya tempat untuk beristirahat dengan nyaman. REUTERS/Norlys Perez
Alfonso tinggal di kawasan permukiman padat yang dikenal sebagai solares. Enam bulan setelah blokade minyak oleh Amerika Serikat diberlakukan, kawasan tersebut mengalami pemadaman listrik berkepanjangan akibat keterbatasan pasokan bahan bakar dan infrastruktur yang menua. REUTERS/Norlys Perez
Kondisi listrik yang tak menentu juga membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Yunaisi Durruti mengaku sudah sepekan tidak mendapat aliran air karena pompa air di rumahnya tidak dapat beroperasi tanpa listrik. REUTERS/Norlys Perez
Durruti kini harus menumpang mandi, memasak, dan mencuci di rumah orang tuanya yang berada di wilayah dengan pemadaman lebih jarang. Ia bahkan membiarkan kulkas di rumahnya kosong karena khawatir makanan akan cepat rusak.
Meski warga saling membantu berbagi air dan kebutuhan lainnya, Durruti mengatakan solidaritas memiliki batas di tengah krisis yang berkepanjangan. Menurutnya, kondisi saat ini jauh lebih berat dibandingkan beberapa tahun lalu. REUTERS/Norlys Perez
Di rumah lain, ThalΓa Castillo dan suaminya sempat menikmati listrik dari pembangkit portabel kiriman keluarganya di Amerika Serikat. Namun, daya alat tersebut segera habis sehingga daging beku di kulkas mulai mencair dan rusak. REUTERS/Norlys Perez
Herrera, suami Castillo yang merupakan pemuka agama Afro-Kuba, mengaitkan situasi tersebut dengan ramalan komunitasnya pada awal tahun yang memprediksi akan terjadi gejolak dan konflik. Ia menilai sebagian besar ramalan itu kini menjadi kenyataan. REUTERS/Norlys Perez
Di tengah gelapnya Havana, secercah hiburan hadir saat warga berkumpul menyaksikan laga perempat final Piala Dunia antara Argentina dan Swiss menggunakan televisi yang disambungkan ke generator. Sorak-sorai warga saat Argentina mencetak gol memecah suasana jalanan yang sebagian besar masih diselimuti kegelapan. REUTERS/Norlys Perez










































