×
Ad

BIG Curhat ke DPR: Kita Belum Berdaulat, Data Satelit Lengkap Dikuasai Asing

Dwi Rahmawati - detikNews
Senin, 06 Apr 2026 12:55 WIB
Badan Informasi Geospasial (BIG) Rapat Dengar Pendapat dengan Baleg DPR membahas soal RUU Satu Data Indonesia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). (Dwi Rahmawati/detikcom)
Jakarta -

Badan Informasi Geospasial (BIG) menjelaskan teknologi penginderaan jarak jauh atau satelit saat ini sudah sangat maju. Namun, BIG mengungkapkan data satelit Indonesia belum berdaulat, sebab data tersebut dikuasai oleh pihak asing.

Hal itu disampaikan oleh Plt Kepala BIG Mohamad Arief Syafii dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Baleg DPR membahas soal RUU Satu Data Indonesia di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Wakil Ketua Baleg DPR Sturman Panjaitan mencontohkan teknologi satelit yang dimiliki Amerika Serikat di tahun 1996 sudah maju untuk melihat suatu objek.

"Kami pernah melihat satelit yang digunakan oleh Amerika pada saat dia bisa melihat mobil, ini satelit Pak, mobil yang ada di Pentagon itu ukurannya segini-segini Pak besarnya (menunjuk setengah jari). Itu bisa 1:1000 itu, segini mobilnya Pak (seukuran jari) cuma bentuknya tidak sebagus mobil kalau kita foto dari jarak 10 meter," kata Sturman dalam rapat, menceritakan pengalamannya saat menjadi anggota TNI.

Sturman menyebut teknologi satelit AS bahkan bisa melihat keberadaan pejabat. Ia berharap Badan Informasi Geospasial bisa mengembangkan teknologi tersebut.

"Tapi bisa melihat kalau itu mobil artinya itu teknologi waktu '96 Pak, sekarang berarti sudah bisa melihat bahkan, di mana pejabat itu mereka bisa kejar kok, pejabat bisa kejar mereka. Artinya teknologi yang sekarang itu jauh lebih mudah, dan siapapun bisa menggunakan teknologi untuk melihat data Indonesia," kata Sturman.

Plt Kepala BIG Mohamad Arief Syafii menjelaskan perkembangan satelit saat ini memang semakin maju. Ia menjelaskan hambatan teknologi penginderaan jarak jauh di wilayah RI salah satunya karena faktor geografi.

"Jadi betul sekali Pak pimpinan yang disampaikan tadi, bahwa sekarang ini teknologi penginderaan jauh, satelit sudah sangat maju resolusi tertinggi yang di-publish untuk publik bukan yang versi militer Pak, itu kita nggak bisa akses," kata Arief.

Arief menyebut pemetaan navigasi di Indonesia kerap kali terhambat oleh faktor geografi awan. Ia lantas mencontohkan teknologi yang jangkauannya lebih mendetail.




(dwr/rfs)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork