Sejumlah pedagang plastik di Bekasi, Jawa Barat, mengeluhkan kenaikan harga plastik di pasaran. Para pedagang mengatakan kenaikan harga itu dipicu oleh meningkatnya harga bahan baku akibat perang di Timur Tengah.
Seorang pedagang plastik di Pasar SBS, Zainuddin (47), mengungkapkan kenaikan ini sudah mulai terasa sejak awal Maret lalu. Menurutnya, perubahan harga terjadi sangat cepat dan sulit diprediksi.
"Naiknya sejak 1 Maret. Katanya imbas perang, pasokan minyak mentah terhambat karena bahan baku plastik kan dari sana. Biji plastiknya naik," ujar Zainuddin di Pasar SBS, Bekasi Utara, Jumat (25/3/2026).
Dia mengatakan kenaikan harga ini merata pada hampir semua produk berbahan plastik. Mulai dari kantong kresek, plastik kiloan, hingga wadah makanan (thinwall). Berikut rincian kenaikan harga plastik di Pasar SBS:
- Plastik Kresek: Dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per pack
- Plastik Kiloan: Dari Rp 9.000 menjadi Rp 15.000 per pack.
- Thinwall (500 ml): Dari Rp 23.000 menjadi Rp 28.000 per pack
Zainuddin mengaku pusing dengan kondisi ini. Pasalnya, pihak distributor sering kali memberikan daftar harga baru dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan, perubahan harga bisa terjadi hanya dalam hitungan jam.
"Kita keder (bingung), tiap mau belanja dikasih price list baru. Malam nanya harga sekian, besok pagi sudah berubah lagi," keluhnya.
Kondisi ini pun berdampak langsung pada perputaran modal pedagang. Zainuddin bercerita, dulu dengan modal Rp 1 juta ia bisa menyetok berbagai macam jenis plastik. Namun kini, jumlah barang yang didapat menyusut drastis.
"Dulu bawa sejuta sudah dapat macam-macam barang. Sekarang sejuta baru dapat satu jenis plastik saja, akhirnya kita yang mundur (kurangi stok)," tuturnya.
Pedagang plastik lainnya bernama Upi (60) di Pasar Seroja juga mengatakan hal yang sama. Namun, meski harga melambung, para pembeli yang mayoritas pelaku UMKM makanan tetap terpaksa membeli karena kebutuhan bungkus dagangan.
"Ya karena butuh ya (pelanggan) beli-beli aja dia," ujar Upi.
Upi menyebut kenaikan tahun ini adalah yang terparah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia berharap pemerintah bisa segera turun tangan untuk menstabilkan harga.
"Harapannya perang selesai saja biar harga plastik normal lagi," ucap Upi.
Industri plastik saat ini disebut sedang merasakan tekanan akibat eskalasi konflik global di Timur Tengah, yang memicu kenaikan harga bahan baku di pasar internasional. Harga bahan baku plastik dilaporkan melonjak hampir dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) Fajar Budiyono mengatakan, situasi geopolitik yang memanas turut mempengaruhi rantai pasok bahan baku industri, terutama karena kondisi Selat Hormuz yang semakin tidak pasti.
"Saat ini situasi perang makin intens, saling serang dan kondisi Selat Hormuz makin sulit. Industri fokus ke manajemen feedstock dan barang jadinya," kata Fajar dilansir CNBC Indonesia.
Fajar mengungkapkan, kenaikan harga bahan baku plastik saat ini cukup signifikan. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp 15.000-17.000 per kilogram (kg), kini harganya sudah mencapai sekitar Rp 30 ribu per kg.
Lihat juga Video 'Tangis Pedagang Pasar Sambas Medan yang Diminta Kosongkan Lapak':
(zap/zap)