DPRD Sumatera Selatan menganggarkan pengadaan dua meja biliar untuk dua pimpinan DPR di rumah dinas (rumdis). Rencana pengadaan meja biliar itu menuai sorotan.
Dilansir detikSumbagsel, Sabtu (7/3/2026), Kepala Bagian Humas DPRD Sumsel Hadiyanto membenarkan data yang dilihat dari SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) dari Sekretariat DPRD Sumsel.
Dari data itu, alokasi rencana pengadaan meja biliar itu diperuntukkan bagi Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie sebesar Rp 151 juta, dan Wakil Ketua III DPRD Sumsel Ilyas Panji Alam sebesar Rp 335,9 juta. Totalnya mencapai Rp 486,9 juta.
Hadiyanto mengatakan pengadaan dua meja biliar itu merupakan kebutuhan penunjang wakil rakyat. Padahal saat ini tengah efisiensi anggaran imbas pemotongan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat.
"Alat tersebut sebagai kebutuhan penunjang aktivitas para anggota Dewan," katanya.
Ketua DPRD Sumsel Bilang Begini
Ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie berbicara mengatakan meja biliar itu masih tahap perencanaan. Andie yang juga Ketua Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel ini mengatakan meja biliar itu nantinya akan digunakan untuk tempat alternatif atlet biliar Sumsel berlatih.
"Tadi saya sudah menghubungi Sekretaris Dewan (Sekwan) untuk mengklarifikasi terkait pengadaan barang tersebut. Namun, untuk diketahui, bersama semua itu masih tahap perencanaan, belum ada pembelian," ujar Andie, dilansir detikSumbagsel, Minggu (8/3).
"Jadi selain di tempat yang ada, bisa juga berlatih di rumah dinas," imbuhnya.
Meski begitu, legislator Partai Golkar ini mengaku tetap memahami perhatian masyarakat terhadap penggunaan anggaran daerah. Maka, setiap rencana pengadaan akan dievaluasi kembali dengan mempertimbangkan prinsip efisiensi dan prioritas kebutuhan
"Jika dinilai tidak mendesak atau tidak memberikan manfaat yang signifikan, maka pengadaan tersebut dapat ditinjau ulang bahkan dibatalkan, terima kasih," ujarnya.
(idn/idn)