Jaksa Balas Baiquni Eks Anak Buah Sambo soal 'Niat Bantu Malah Tersangka'

ADVERTISEMENT

Jaksa Balas Baiquni Eks Anak Buah Sambo soal 'Niat Bantu Malah Tersangka'

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Senin, 06 Feb 2023 17:31 WIB
Jakarta -

Jaksa meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menolak seluruh nota pembelaan atau pleidoi mantan Kasubag Riksa Baggak Etika Biro Watprof Dipropam Polri Baiquni Wibowo di kasus perusakan CCTV terkait pembunuhan berencana Brigadir N Yosua Hutabarat. Jaksa menegaskan tuntutan 2 tahun penjara terhadap Baiquni sudah sesuai.

"Kami dengan fair trial dengan menjunjung tinggi due process of law tetap memperhatikan hal-hal baik dalam diri terdakwa dan juga telah mengakui perbuatan materiilnya tentang perbuatan CCTV, walaupun disandarkan dengan alasan melaksanakan perintah atasan," kata jaksa saat membacakan replik di PN Jaksel, Senin (6/2/2023).

"Jumlah tuntutan penjara selama 2 tahun menurut kami sangat patut jika dibandingkan dengan ancaman maksimal dalam pasal a quo, yakni 10 tahun," sambungnya.

Jaksa kemudian menjawab pleidoi soal niat mantan anak buah Ferdy Sambo itu untuk membantu tetapi malah dijadikan tersangka. Jaksa menyebut pihaknya menjunjung keadilan dan menyadari tuntutan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan.

"Pleidoi pribadi terdakwa menyatakan 'Niat saya untuk membantu malah membuat saya menjadi tersangka dan terdakwa dalam persidangan kali ini' dan seterusnya," kata jaksa.

"Tanggapan, kami tetap menghargai pandangan terdakwa yang mengatakan kami penuntut umum dalam tuntutan hanya berdasarkan asumsi, perlu dipahami penuntut umum dalam menuntut seorang terdakwa itu demi keadilan dan Ketuhanan Yang Maha Esa ada pertanggungjawaban dari penuntut umum kelak di hadapan Sang Pencipta atas apa yang dituntutkan," kata jaksa.

Jaksa mengatakan pihaknya bersikap objektif terhadap fakta hukum di persidangan. Jaksa menyebut tuntutan 2 tahun penjara sudah melalui pertimbangan.

"Oleh karena itu, kami sadar betul kami wajib bersikap objektif terhadap fakta hukum di persidangan disertai alat bukti yang sah, sehingga kesimpulan yang kami ambil terukur, objektif dan dapat dipertanggungjawabkan normatif yuridis dan faktual," ujar jaksa.

"Tuntutan 2 tahun penjara yang kami tentukan dalam tuntutan kami penuntut umum telah kami sesuaikan keterlibatan perbuatan terdakwa dengan hal-hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa," imbuhnya.

Jaksa meminta majelis hakim mengesampingkan pleidoi Baiquni. Jaksa meminta hakim tetap menghukum Baiquni dengan pidana penjara selama 2 tahun penjara.

"Berdasarkan hal tersebut di atas, penuntut memohon kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk, menolak seluruh pleidoi diri terdakwa Baiquni Wibowo dan penasihat hukumnya, menjatuhkan putusan sebagaimana diktum tuntutan penuntut umum yang telah dibacakan pada hari Jumat 27 Januari 2023," kata jaksa.

Baiquni Dituntut 2 Tahun Penjara

Baiquni Wibowo dituntut hukuman penjara. Jaksa meyakini mantan Kasubbag Riksa Baggak Etika Rowabprof Divisi Propam Polri itu terlibat perusakan CCTV hingga membuat terhalanginya penyidikan kasus pembunuhan Brigadir N Yosua Hutabarat.

"Menuntut, agar supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan menyatakan terdakwa Baiquni Wibowo terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan apa pun yang berakibat terganggunya sistem elektronik dan/atau mengakibatkan sistem elektronik menjadi tidak bekerja sebagaimana mestinya," kata jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jaksel, Jumat (27/1).

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Baiquni Wibowo 2 tahun penjara," imbuhnya.

Jaksa meyakini Baiquni Wibowo melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dia juga dituntut membayar denda Rp 10 juta subsider 3 bulan kurungan.

(whn/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT