Kenapa Valentine Disebut Hari Kasih Sayang? Simak Serba-serbinya

ADVERTISEMENT

Kenapa Valentine Disebut Hari Kasih Sayang? Simak Serba-serbinya

Widhia Arum Wibawana - detikNews
Senin, 06 Feb 2023 14:41 WIB
Ilustrasi Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang
Ilustrasi Valentine| Foto: Getty Images/iStockphoto/MicroStockHub
Jakarta -

Tahukah kamu kenapa Valentine disebut Hari Kasih Sayang? Valentine's Day atau Hari Valentine di Indonesia disebut juga dengan Hari Kasih Sayang. Hari ini merupakan salah satu hari marak dirayakan sebagian masyarakat di dunia.

Lantas mengapa Hari Valentine disebut Hari Kasih Sayang? Simak sejarah dan serba-serbi Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang berikut ini.

Kenapa Valentine Disebut Hari Kasih Sayang?

Valentine's Day atau Hari Valentine dirayakan pada tanggal 14 Februari setiap tahunnya. Perayaan Hari Valentine setiap tanggal 14 Februari ini sering kali dimeriahkan dengan saling berbagi kasih sayang dan cinta kepada orang-orang tercinta atau tersayang.

Hal tersebutlah yang menjadi alasan mengapa Hari Valentine kemudian di Indonesia disebut dengan Hari Kasih Sayang. Pada saat Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang biasa dirayakan dengan cara menghabiskan waktu bersama, saling mengirimkan ucapan kasih sayang, hingga bertukar hadiah.

Sejarah Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang

Sebelum akhirnya kini peringatan Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang dirayakan dengan penuh kasih sayang, ternyata awal mula Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang memiliki sejarah yang cukup kelam. Ada beberapa versi sejarah Hari Valentine, berikut penjelasannya:

Sejarah Hari Valentine versi Tradisi Romawi Kuno

Sejarah Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang menurut versi pertama, seperti dilansir situs History, disebutkan bahwa perayaan Hari Valentine bermula dari keputusan gereja Kristen untuk merayakan Hari Valentine di bulan Februari dengan tujuan untuk 'mengkristenisasikan' perayaan Lupercalia yang berasal dari tradisi Romawi Kuno.

Festival Lupercalia merupakan festival tradisi Romawi kuno yang dirayakan setiap tanggal 15 Februari sebagai bentuk penghormatan kepada dewa kesuburan. Di masa Romawi kuno, tradisi Lupercalia ini tidak terlepas dengan hal-hal yang berbau seks dan dianggap tidak bermoral sama sekali.

Cerita tersebut pernah ditulis oleh J.A North dalam The Journal of Romance to this volume 98 2008. Selain itu Lupercalia merupakan tradisi nenek moyang Romawi kuno yang tidak bermoral dan tidak melambangkan kehangatan atau kasih sayang sama sekali. Namun cerita versi ini jarang dianggap oleh sebagian masyarakat sebagai asal usul Hari Valentine.

Sejarah Hari Valentine versi Kisah St. Valentine

Menurut versi lainnya, masih melansir situs History, sejarah Hari Valentine bermula dari kisah tragis Santo (St.) Valentine, seorang pendeta Roma di abad ketiga. Pada masa itu, Kaisar Claudius II memutuskan larangan pernikahan untuk pria muda. Mereka dianggap lebih baik untuk dijadikan prajurit muda lajang sebab tak perlu meninggalkan keluarganya saat perang.

Pendeta St. Valentine menentang keputusan Kaisar Claudius II karena dianggap hal tersebut tidak adil. Valentine secara rahasia kemudian melanggengkan prosesi pernikahan pasangan muda hingga akhirnya diketahui oleh Claudius. Atas perbuatannya, Valentine lantas dihukum mati pada 14 Februari 270 masehi.

Hari kematian St. Valentine pada tanggal 14 Februari kemudian dijadikan sebagai awal mula dirayakannya Hari Valentine setiap tahunnya sampai saat ini. Dan kisah tragis Santo Valentino inilah yang lebih banyak dipercaya kebanyakan orang sebagai asal usul Hari Valentine yang kemudian diperingati setiap tanggal 14 Februari.

Demikian serba-serbi tentang Hari Valentine atau Hari Kasih Sayang. Jadi, kenapa Valentine disebut Hari Kasih Sayang adalah tidak lain karena dalam perkembangan perayaannya hingga kini dirayakan dan dimaknai dengan saling berbagi kasih sayang.

Simak juga 'Cara Richard Kyle Rayakan Hari Valentine Bila Punya Kekasih':

[Gambas:Video 20detik]



(wia/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT