21 Pelajar Hendak Tawuran di Bogor Ditangkap, Celurit dan Pedang Disita

ADVERTISEMENT

21 Pelajar Hendak Tawuran di Bogor Ditangkap, Celurit dan Pedang Disita

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Kamis, 26 Jan 2023 12:49 WIB
Garis polisi, police line. Rachman Haryanto /ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi Garis Polisi (Rachman Haryanto/detikcom)
Bogor -

Sebanyak 21 pelajar ditangkap di dua lokasi kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mereka ditangkap karena diduga hendak menggelar tawuran pelajar dengan sekolah lain.

"Polsek Cibinong berhasil mengamankan 21 pelajar yang terindikasi akan melakukan kegiatan tawuran Lokasi yang pertama ada di eks Gedung Arsip, Cikaret, dan kedua di Lapangan Sepakbola Cipayung, Kelurahan Tengah," kata Kapolsek Cibinong Kompol Adhimas Sriyono Putra kepada wartawan di Mako Polsek Cibinong, Kamis (26/1/2023).

Mereka semua diamankan pada hari Rabu (25/1) sore. Polisi mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada sekumpulan pelajar yang berkumpul diduga hendak tawuran.

"Mereka diamankan berkat komunikasi yang baik antara Polsek dengan masyarakat. Kami menerima informasi adanya sekumpulan remaja remaja anak SMA yang berkumpul di luar jam sekolah," tuturnya.

Dari tangan pelajar tersebut, didapati senjata tajam jenis celurit dan pedang. Sebanyak tiga pelajar menjadi tersangka.

"Dari 21 pelajar, didapati 3 orang yang membawa senjata tajam. Untuk 3 orang tersebut akan kita kenakan Undang-Undang Darurat Pasal 2 ayat 1 Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun," ungkapnya.

Pelajar tersebut mengaku berencana menggelar tawuran dengan sekolah yang ada di Kota Depok. Mereka berjanjian untuk tawuran melalui media sosial.

"Mereka semua rata-rata 15-16 tahun. Motifnya, pengakuannya adalah menerima ajakan atau tantangan dari SMA yang ada di Depok," tuturnya.

Saat ini mereka masih diamankan di Mako Polsek Cibinong. Mereka masih didata sambil menunggu dijemput orang tua dan pihak sekolah.

"Jadi nanti untuk tindak lanjutnya pada anak-anak yang tidak membawa sajam akan kita kembalikan kepada orang tua dengan mengetahui dari aparat pemerintah di sekitar rumah. Kemudian, kepala sekolah akan kita undang akan kita sampaikan bahwa pelajarnya sudah kita amankan," pungkas Dhimas.

(rdh/isa)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT